<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Laporan Utama &#8211; kotatuban.id</title>
	<atom:link href="https://www.kotatuban.id/category/laporan-utama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kotatuban.id</link>
	<description>Portal Berita Online</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2026 12:44:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://www.kotatuban.id/wp-content/uploads/2024/11/cropped-new-ikon-90x90.jpg</url>
	<title>Laporan Utama &#8211; kotatuban.id</title>
	<link>https://www.kotatuban.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kadin Gresik Dukung Sertifikasi BNSP bagi Siswa Kelas XII SMK Berbasis Pesantren</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/kadin-gresik-dukung-sertifikasi-bnsp-bagi-siswa-kelas-xii-smk-berbasis-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 12:44:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[gresikedupress.com]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52956</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id, GRESIK — Penguatan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) terus didorong melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Salah satunya diwujudkan melalui Program Bantuan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/kadin-gresik-dukung-sertifikasi-bnsp-bagi-siswa-kelas-xii-smk-berbasis-pesantren/" title="Kadin Gresik Dukung Sertifikasi BNSP bagi Siswa Kelas XII SMK Berbasis Pesantren" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id, GRESIK</strong> — Penguatan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) terus didorong melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Salah satunya diwujudkan melalui Program Bantuan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP/P3) bagi siswa kelas XII SMK berbasis pesantren.</p>
<p>Program tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik M. Choirul Rizal kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik, Sabtu (8/8).</p>
<p>Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan dan kesepadanan atau link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.</p>
<p>Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting bagi siswa SMK untuk memperoleh pengakuan atas keterampilan yang telah dikuasai. Dengan sertifikat kompetensi, kemampuan lulusan diharapkan memiliki standar dan pengakuan yang lebih jelas ketika memasuki dunia kerja.</p>
<p>Program tersebut secara khusus menyasar siswa kelas XII SMK berbasis pesantren yang berada pada tahap akhir pendidikan dan segera memasuki fase transisi menuju dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Kolaborasi dengan Kadin diharapkan dapat memperluas ruang sinergi antara satuan pendidikan dengan dunia usaha. Tidak hanya dalam aspek sertifikasi, tetapi juga dapat berkembang pada penguatan praktik kerja lapangan, pemagangan, penyelarasan kompetensi, hingga penyerapan lulusan.</p>
<p>Ketua Kadin Kabupaten Gresik M. Choirul Rizal menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi. Keterlibatan dunia usaha dinilai penting agar kompetensi yang dikembangkan di sekolah semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.</p>
<p>Sementara itu, dari sisi pendidikan, program sertifikasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. SMK tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menyelesaikan pendidikan, tetapi juga lulusan yang memiliki kompetensi sesuai standar profesi.</p>
<p>Khusus bagi SMK berbasis pesantren, penguatan kompetensi tersebut memiliki nilai strategis. Pendidikan keterampilan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, dan etos kerja yang menjadi bagian penting dalam menghadapi lingkungan profesional.</p>
<p>Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pesantren, dan dunia usaha diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>Program sertifikasi BNSP ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak berhenti pada kelulusan siswa. Ukuran keberhasilan berikutnya adalah sejauh mana lulusan memiliki kompetensi yang diakui, mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, serta memiliki daya saing ketika memasuki dunia kerja.</p>
<p>Dari Gresik, kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret untuk memastikan lulusan SMK berbasis pesantren memiliki bekal yang lebih kuat menghadapi dinamika pasar kerja sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama pendidikan dan industri yang lebih luas.(<strong>co/red</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cak Imin Soroti SMK Pesantren: Jangan Hanya Cetak Lulusan, Santri Harus Siap Masuk Industri</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/cak-imin-soroti-smk-pesantren-jangan-hanya-cetak-lulusan-santri-harus-siap-masuk-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 11:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52954</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id, GRESIK – Pesantren tak cukup hanya menjadi tempat menimba ilmu agama. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, pesantren dituntut mampu melahirkan santri yang memiliki keterampilan, kompetensi dan <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/cak-imin-soroti-smk-pesantren-jangan-hanya-cetak-lulusan-santri-harus-siap-masuk-industri/" title="Cak Imin Soroti SMK Pesantren: Jangan Hanya Cetak Lulusan, Santri Harus Siap Masuk Industri" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id, GRESIK</strong> – Pesantren tak cukup hanya menjadi tempat menimba ilmu agama. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, pesantren dituntut mampu melahirkan santri yang memiliki keterampilan, kompetensi dan siap terjun ke dunia industri.</p>
<p>Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat kunjungan kerja di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Desa Dukun Anyar, Kecamatan Dukun, Gresik, Sabtu (8/8).</p>
<p>Cak Imin menegaskan, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam menjadikan pesantren sebagai motor pemberdayaan masyarakat. Pendidikan di lingkungan pesantren, termasuk pendidikan vokasi melalui SMK, harus diarahkan agar memiliki keterkaitan nyata dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.</p>
<p>“Pesantren jangan hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan dunia industri,” demikian garis besar pesan Cak Imin dalam mendorong pengembangan kawasan sosial ekonomi pesantren.</p>
<p>Persoalannya, lulusan SMK pesantren tidak boleh berhenti pada status “lulus”. Mereka harus memiliki skill yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.</p>
<p>Model pendidikan vokasi di pesantren pun idealnya tidak berjalan sendiri. Kurikulum, praktik kerja, sertifikasi kompetensi hingga kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri harus dirancang dalam satu ekosistem.</p>
<p>Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama dan karakter, tetapi juga mempunyai kompetensi teknis yang bisa menjadi modal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.</p>
<p>Gagasan tersebut sejalan dengan arah pemberdayaan pesantren yang menempatkan santri sebagai bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat. Pesantren memiliki fungsi pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat sebagaimana ditegaskan dalam UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.</p>
<p>SMK pesantren pun memiliki posisi strategis. Jika dikelola serius, SMK di lingkungan pesantren dapat menjadi mesin pencetak tenaga kerja terampil sekaligus penggerak kewirausahaan santri. Apalagi ekosistem pesantren memiliki basis komunitas, unit usaha, koperasi, jejaring alumni dan potensi ekonomi lokal yang dapat menjadi laboratorium pembelajaran vokasi.</p>
<p>Tantangannya tinggal bagaimana mengubah pola pendidikan dari sekadar “belajar keterampilan” menjadi “menghasilkan kompetensi yang diakui industri”.</p>
<p>Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu pintu penting. Demikian pula pengalaman magang, teaching factory, keterlibatan praktisi industri serta pembelajaran berbasis proyek harus diperkuat.</p>
<p>Sebab, dunia industri tidak hanya membutuhkan ijazah. Industri membutuhkan tenaga kerja yang bisa bekerja.</p>
<p>Di titik inilah pesan Cak Imin menjadi relevan bagi pengembangan SMK pesantren. Santri masa kini tidak cukup hanya disiapkan menjadi pencari kerja. Mereka harus dipersiapkan menjadi tenaga profesional, wirausahawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.</p>
<p>Sebelumnya, Cak Imin juga menekankan pentingnya tiga bekal bagi lulusan pesantren: kemampuan atau skill, integritas, dan ketaatan pada ilmu pengetahuan. Pesan tersebut disampaikannya saat melepas lulusan SMA/MA dan SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Juni 2026.</p>
<p>Artinya, masa depan SMK pesantren tidak sekadar berbicara soal berapa banyak siswa yang lulus.</p>
<p>Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa banyak lulusan yang benar-benar kompeten, terserap industri, mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja?</p>
<p>Jika itu mampu dijawab, SMK pesantren bukan lagi sekadar pelengkap pendidikan pesantren. Ia bisa menjadi mesin baru pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat.(<strong>co/red</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Pihak Kunci di Gresik Sepakat Perkuat Link and Match SMK Pesantren dengan Industri</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/tiga-pihak-kunci-di-gresik-sepakat-perkuat-link-and-match-smk-pesantren-dengan-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 11:10:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52944</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id, GRESIK — Penguatan pendidikan vokasi di Kabupaten Gresik terus ditingkatkan. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKVD), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik resmi menandatangani <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/tiga-pihak-kunci-di-gresik-sepakat-perkuat-link-and-match-smk-pesantren-dengan-industri/" title="Tiga Pihak Kunci di Gresik Sepakat Perkuat Link and Match SMK Pesantren dengan Industri" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id, GRESIK</strong> — Penguatan pendidikan vokasi di Kabupaten Gresik terus ditingkatkan. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKVD), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat keterhubungan SMK berbasis pesantren dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).</p>
<p>Penandatanganan berlangsung di Gresik, Sabtu (8/8/2026), dengan fokus utama memperkuat link and match agar SMK pesantren tidak berjalan sendiri, melainkan selaras dengan kebutuhan industri.</p>
<p>Tiga pihak yang terlibat masing-masing diwakili oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gresik Eko Agus Suwandi, Sekretaris Daerah Gresik Ahmad Washil Miftahul Rachman selaku perwakilan TKVD, serta Ketua Kadin Gresik M. Choirul Rizal.</p>
<p>Proses penandatanganan disaksikan langsung oleh Menko PM, Muhaimin Islandar, Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, dihadapan tamu undangan.</p>
<p>Kesepakatan ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi secara tegas menempatkan kebutuhan industri sebagai dasar pengembangan SMK berbasis pesantren. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat global.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama dirancang secara konkret, meliputi penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi industri, penguatan sarana dan prasarana pendidikan, serta pelibatan praktisi industri sebagai guru tamu. Siswa juga akan diperkuat melalui praktik kerja lapangan, sementara guru diberikan kesempatan untuk magang di industri.</p>
<p>Selain itu, terdapat skema sertifikasi kompetensi bagi siswa dan guru, rekrutmen tenaga kerja, hingga pemberian beasiswa. Kolaborasi juga terbuka untuk berbagai program lain yang disepakati bersama.</p>
<p>Dengan pola ini, hubungan SMK dan industri tidak lagi bersifat seremonial, melainkan terintegrasi secara berkelanjutan. Industri didorong untuk lebih terlibat dalam ekosistem pendidikan, mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran berbasis industri, teaching factory, hingga penyerapan lulusan.</p>
<p>Cabang Dinas Pendidikan Gresik bertugas mengoordinasikan SMK pesantren, menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, serta memastikan pelaksanaan monitoring dan evaluasi berjalan secara berkelanjutan.</p>
<p>Sementara itu, TKVD berperan sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan kompetensi SMK, termasuk mendorong keterlibatan DUDI dalam PKL, pemagangan guru, sertifikasi, hingga rekrutmen lulusan.</p>
<p>Adapun Kadin Gresik menjadi penghubung utama dunia usaha dan industri, mulai dari fasilitasi komunikasi, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, hingga evaluasi program link and match.</p>
<p>PKS ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Implementasinya akan dijabarkan dalam action plan tahunan.</p>
<p>Model kerja sama ini menegaskan bahwa tantangan pendidikan vokasi tidak hanya terletak pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada relevansi dengan kebutuhan pasar kerja.</p>
<p>Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari penandatanganan kesepakatan, melainkan dari dampak nyata, seperti kurikulum yang semakin berorientasi industri, pengalaman kerja siswa yang lebih luas, sertifikasi kompetensi yang diakui, serta meningkatnya serapan lulusan di dunia kerja.</p>
<p>Bagi SMK berbasis pesantren, skema ini juga menjadi jembatan penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan pesantren dengan tuntutan dunia profesional. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga siap kerja dan diakui kompetensinya.</p>
<p>PKS yang ditandatangani oleh Eko Agus Suwandi, Ahmad Washil Miftahul Rachman, dan M. Choirul Rizal ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem vokasi Gresik yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan industri.(<strong>co/red</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>D-Gugu Smamdela Ubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Pesta Inovasi Pembelajaran</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/d-gugu-smamdela-ubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-pesta-inovasi-pembelajaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 04:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[#khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52935</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id, GRESIK – Hari pertama masuk sekolah di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tidak diisi dengan kegiatan pembelajaran biasa. Sekolah justru menghadirkan D-Gugu (Unjuk Diri Guruku Guru Hebatku), sebuah pameran <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/d-gugu-smamdela-ubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-pesta-inovasi-pembelajaran/" title="D-Gugu Smamdela Ubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Pesta Inovasi Pembelajaran" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id, GRESIK</strong> – Hari pertama masuk sekolah di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tidak diisi dengan kegiatan pembelajaran biasa. Sekolah justru menghadirkan D-Gugu (Unjuk Diri Guruku Guru Hebatku), sebuah pameran media pembelajaran yang memperkenalkan cara belajar selama satu tahun sekaligus membangun semangat berprestasi sejak awal tahun ajaran.</p>
<p>Kegiatan yang digelar di halaman sekolah, Senin (3/8), menjadi ruang bagi seluruh guru untuk menampilkan kreativitas dan inovasi pembelajaran. Beragam media edukatif dipamerkan agar siswa mengenal mata pelajaran, metode belajar, hingga kompetensi yang akan mereka capai selama setahun ke depan.</p>
<p>Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, mengatakan D-Gugu telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Program tersebut terus berkembang menjadi budaya akademik yang mempertemukan kreativitas guru dengan antusiasme peserta didik.</p>
<p>&#8220;D-Gugu bukan sekadar pameran karya guru. Ini menjadi pintu masuk agar siswa memahami tujuan pembelajaran, mengenal gurunya, dan memiliki motivasi belajar sejak hari pertama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam pameran itu, guru tidak hanya menjelaskan materi pelajaran, tetapi juga menghadirkan berbagai media interaktif, permainan edukatif, hingga demonstrasi pembelajaran. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah memahami proses belajar yang akan dijalani sekaligus mendorong mereka aktif bertanya dan mengeksplorasi materi.</p>
<p>Smamdela juga memperkenalkan lima rumpun pembelajaran yang menjadi ciri khas sekolah, yakni Science, Technology and Mathematics (Stamath), Verbal Skill Area (Versa), Multivariable Universe (Multivers), Synergy of Social Learning, Values and Education (Solve), serta rumpun Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Ashdiqoul Jannah). Masing-masing dirancang saling terintegrasi untuk membangun kompetensi akademik, karakter, kreativitas, dan daya saing peserta didik.</p>
<p>Menurut Emi, inovasi pembelajaran yang dilakukan para guru telah memberikan dampak nyata terhadap prestasi sekolah. Smamdela berhasil meraih berbagai penghargaan, termasuk Juara I Festival Faqih Usman 2026. Selain itu, banyak siswa menorehkan prestasi akademik maupun nonakademik hingga tingkat nasional, serta mencatatkan keberhasilan lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).</p>
<p>Pembukaan D-Gugu turut dihadiri Kepala Seksi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Joko Sutopo. Kehadirannya diharapkan menjadi motivasi bagi guru dan siswa untuk terus memperkuat budaya inovasi dan mempertahankan tradisi prestasi.</p>
<p>Melalui D-Gugu, Smamdela menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inspiratif. Ketika guru mampu berinovasi, ruang kelas akan menjadi tempat lahirnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(<strong>co/red</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khofifah Turun Tangan! SPMB Gresik Tanpa Antrean, Sistem Digital Disebut Pangkas Celah Kecurangan</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/khofifah-turun-tangan-spmb-gresik-tanpa-antrean-sistem-digital-disebut-pangkas-celah-kecurangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 09:55:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[#khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52635</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK – Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Timur. Tidak ada kerumunan, tidak ada antrean mengular, dan tidak terlihat kepanikan orang tua <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/khofifah-turun-tangan-spmb-gresik-tanpa-antrean-sistem-digital-disebut-pangkas-celah-kecurangan/" title="Khofifah Turun Tangan! SPMB Gresik Tanpa Antrean, Sistem Digital Disebut Pangkas Celah Kecurangan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> – Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Timur. Tidak ada kerumunan, tidak ada antrean mengular, dan tidak terlihat kepanikan orang tua yang biasanya mewarnai musim penerimaan siswa baru.</p>
<p>Kondisi itu terlihat saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan inspeksi langsung ke SMKN 1 Cerme dan SMAN 1 Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi, Khofifah memastikan sendiri bagaimana sistem digital SPMB bekerja di lapangan.</p>
<p>Menurut Khofifah, digitalisasi SPMB telah mengubah wajah penerimaan siswa baru secara drastis. Sistem kini mengatur jadwal kedatangan peserta secara otomatis sehingga tidak terjadi penumpukan massa di sekolah.</p>
<p>&#8220;Di semua titik tidak ada antrean. Jam kedatangan sudah diatur sistem dan operator sudah disiapkan,&#8221; tegas Khofifah.</p>
<p>Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar yang membuat proses penerimaan murid semakin objektif, transparan, dan sulit dimanipulasi.</p>
<p>Jika pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat kerap mengeluhkan antrean panjang hingga ketidakpastian pelayanan, kini calon siswa tinggal datang sesuai jadwal yang telah ditentukan sistem.</p>
<p>Tak hanya itu, proses verifikasi dan pengisian data berlangsung lebih tertib. Setiap peserta memperoleh waktu yang cukup tanpa harus berebut antrean.</p>
<p>Khofifah bahkan membandingkan temuannya saat meninjau sejumlah SMA Negeri di Surabaya beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Di sini orang tua menunggu di ruang terpisah. Ketika siswa masuk ruang verifikasi, semuanya berjalan lebih tertata,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di balik pelaksanaan SPMB tahun ini, ada pengawasan yang lebih ketat dibanding sebelumnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengungkapkan bahwa seluruh tahapan SPMB dijalankan dengan mengacu pada Surat Edaran KPK Nomor 7 Tahun 2026.</p>
<p>Mulai pengambilan PIN, verifikasi, validasi hingga daftar ulang dipantau secara serius agar tidak membuka ruang penyimpangan.</p>
<p>&#8220;Ini menjadi perhatian langsung Ibu Gubernur. Kami ingin memastikan seluruh proses berlangsung nyaman, aman, transparan, dan lancar,&#8221; tegas Aries.</p>
<p>Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi ingin menutup berbagai celah praktik tidak sehat yang selama ini sering menjadi sorotan publik saat musim penerimaan siswa baru.</p>
<p>Di tengah kekhawatiran masyarakat soal gangguan sistem digital, Aries memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti.</p>
<p>Bahkan, tim teknologi informasi dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) disiagakan penuh selama 24 jam untuk memantau sistem secara real time.</p>
<p>&#8220;Kalau ada kendala, tim langsung bergerak cepat. Sampai hari ini Alhamdulillah tidak ada masalah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Langkah antisipatif tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan teknis yang berpotensi merugikan ribuan calon peserta didik di seluruh Jawa Timur.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi menjelaskan bahwa tahun ini terdapat 12 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri di Kabupaten Gresik yang membuka layanan SPMB.</p>
<p>Seluruh proses dipantau secara menyeluruh guna memastikan prinsip keadilan dan transparansi benar-benar berjalan.</p>
<p>&#8220;Kami memastikan seluruh tahapan pendaftaran berlangsung terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,&#8221; tegas Eko.</p>
<p>Usai Surabaya dan Gresik, Khofifah dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke sejumlah daerah lain seperti Madiun dan Lamongan. Targetnya jelas: memastikan pelaksanaan SPMB di seluruh 38 kabupaten/kota Jawa Timur berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>Dengan sistem digital yang terus diperkuat, pemerintah berharap polemik tahunan soal antrean panjang, ketidakpastian layanan, hingga dugaan praktik titipan dalam penerimaan siswa baru semakin sulit terjadi.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Siswa SMK di Gresik Sudah Direkrut Sebelum Lulus, Industri Berebut Talenta Muda</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/ratusan-siswa-smk-di-gresik-sudah-direkrut-sebelum-lulus-industri-berebut-talenta-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:42:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52483</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK — Ketika banyak daerah masih bergulat dengan tingginya angka pengangguran lulusan sekolah, Kabupaten Gresik justru menunjukkan fenomena berbeda: ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah “dibajak” dunia industri <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/ratusan-siswa-smk-di-gresik-sudah-direkrut-sebelum-lulus-industri-berebut-talenta-muda/" title="Ratusan Siswa SMK di Gresik Sudah Direkrut Sebelum Lulus, Industri Berebut Talenta Muda" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> — Ketika banyak daerah masih bergulat dengan tingginya angka pengangguran lulusan sekolah, Kabupaten Gresik justru menunjukkan fenomena berbeda: ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah “dibajak” dunia industri bahkan sebelum pengumuman kelulusan resmi dilakukan.</p>
<p>Data terbaru Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik per 4 Mei mencatat sebanyak 480 siswa kelas XII SMK telah diterima kerja. Fakta ini menjadi sinyal keras bahwa peta pendidikan vokasi di Gresik mulai bergerak ke arah yang selama ini hanya menjadi slogan: sekolah langsung kerja.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menyebut capaian tersebut bukan hanya angka statistik, melainkan alarm keberhasilan sinergi antara sekolah dan dunia industri.</p>
<p>“Ini pertama kalinya kami melakukan pendataan secara komprehensif terhadap siswa yang sudah diterima bekerja sebelum kelulusan. Dari sini terlihat bahwa hubungan SMK dengan industri di Gresik mulai benar-benar hidup,” tegasnya.</p>
<p>Fenomena ini memperlihatkan bahwa industri tidak lagi menunggu ijazah, melainkan memburu keterampilan. Dunia usaha kini lebih tertarik pada kompetensi nyata dibanding sekadar formalitas administratif.</p>
<p>Salah satu penyumbang terbesar serapan tenaga kerja datang dari dengan 54 siswa telah lebih dulu mengamankan pekerjaan. Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK), Kurniawan Dwi Angga Efendi, mengungkapkan keberhasilan itu lahir dari strategi agresif sekolah memanfaatkan kawasan industri Driyorejo.</p>
<p>Menurutnya, banyak siswa justru direkrut setelah menunjukkan performa impresif selama Praktik Kerja Lapangan (PKL). Industri memilih mempertahankan mereka lewat kontrak kerja maupun perpanjangan magang.</p>
<p>“Anak-anak yang disiplin dan punya etos kerja bagus langsung dilirik perusahaan. Bahkan ada yang belum ujian akhir tapi sudah diminta tetap bekerja,” ujarnya.</p>
<p>Namun, di balik capaian itu, sekolah juga menghadapi tantangan mentalitas siswa. Banyak lulusan muda masih ingin langsung mendapat pekerjaan nyaman dengan gaji tinggi. Karena itu, pihak sekolah terus melakukan pendekatan agar siswa tidak gengsi memulai dari bawah.</p>
<p>“Kami tekankan kepada siswa, jangan terlalu pilih-pilih pekerjaan di awal. Pengalaman kerja jauh lebih mahal untuk masa depan,” tambah Kurniawan.</p>
<p>Keberhasilan serupa juga ditunjukkan SMK SIG. Kepala sekolah, Choirul Ichsan, menyebut lonjakan serapan kerja tahun ini dipicu penguatan kelas industri dan pembelajaran berbasis kebutuhan perusahaan.</p>
<p>“Industri sekarang tidak hanya mencari ijazah, tetapi karakter, disiplin, kemampuan komunikasi, dan kesiapan kerja. Karena itu kami perkuat hard skill dan soft skill secara bersamaan,” jelasnya.</p>
<p>Enam siswa bahkan berhasil direkrut melalui program kelas industri yang dirancang langsung bersama perusahaan mitra. Ditambah lagi, seluruh siswa dibekali sertifikasi kompetensi LSP P3 BNSP sebagai “paspor” memasuki dunia kerja.</p>
<p>Capaian ini sekaligus mematahkan stigma lama bahwa lulusan SMK hanya menjadi penyumbang pengangguran terbuka. Di Gresik, SMK mulai berubah menjadi jalur cepat menuju dunia industri.</p>
<p>Berikut 10 besar SMK dengan persentase siswa diterima kerja tertinggi di Kabupaten Gresik: SMK Al Furqon (41%), SMK Al Masyhudiyah (40%), SMK Muhammadiyah 5 Gresik (31%), SMK PGRI 2 Gresik (26%), SMK Dharma Wanita (23%), SMK Sunanul Muhtadin Sidayu (20%), SMKS Muhammadiyah 3 Gresik (18%), SMK Hidayatul Ummah (18%), SMK Muhammadiyah 2 Gresik (18%), SMK Mambaul Ulum Kebomas (17%)</p>
<p>Di tengah persaingan kerja yang semakin keras, capaian 480 siswa yang telah bekerja sebelum lulus menjadi pesan kuat: pendidikan vokasi yang serius membangun koneksi dengan industri mampu mengubah masa depan generasi muda lebih cepat dari yang diperkirakan.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kacabdin Gresik Soroti Pentingnya Pendidikan Spiritual di Tengah Tantangan Zaman</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/kacabdin-gresik-soroti-pentingnya-pendidikan-spiritual-di-tengah-tantangan-zaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 14:19:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52472</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan sekolah saat menghadiri kegiatan “SMANDU Bersholawat” dalam rangka <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/kacabdin-gresik-soroti-pentingnya-pendidikan-spiritual-di-tengah-tantangan-zaman/" title="Kacabdin Gresik Soroti Pentingnya Pendidikan Spiritual di Tengah Tantangan Zaman" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan sekolah saat menghadiri kegiatan “SMANDU Bersholawat” dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 , Jumat (8/5) malam.</p>
<p>Menurut Eko, sekolah saat ini tidak cukup hanya mencetak murid yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun fondasi moral dan spiritual yang kuat di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.</p>
<p>“Pendidikan hari ini harus seimbang. Anak-anak tidak hanya dibekali kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, akhlak, dan spiritualitas. Kegiatan seperti sholawat bersama ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang beretika dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.</p>
<p>Acara yang dipadati murid, wali murid, tokoh masyarakat, serta jamaah sholawat dari berbagai wilayah Kecamatan Dukun itu menghadirkan bersama Hadroh Bustanul Hasyrof. Suasana religius terasa sejak awal kegiatan melalui istighosah, penampilan banjari, hingga lantunan sholawat bersama yang berlangsung hingga malam hari.</p>
<p>Eko menilai, langkah menggelar kegiatan berbasis spiritual merupakan contoh positif pendidikan yang menyentuh sisi emosional dan moral peserta didik.</p>
<p>“Sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya positif. Ketika murid dekat dengan nilai-nilai agama dan lingkungan yang baik, maka itu menjadi benteng penting untuk menghadapi pengaruh negatif di luar,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi pemberian penghargaan kepada siswa penghafal Juz 30 yang dilakukan dalam rangkaian acara. Menurut dia, apresiasi terhadap capaian religius murid menjadi bentuk pendidikan karakter yang konkret dan perlu terus dikembangkan di sekolah-sekolah.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 1 Dukun, Siti Khofifah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang rutin dilakukan sekolah.</p>
<p>“Kami ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Pendidikan karakter harus hadir dalam kegiatan nyata yang dirasakan langsung oleh murid,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimcam Dukun, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar sekolah. Antusiasme jamaah yang memadati lokasi acara menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan berbasis religius di lingkungan sekolah.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hardiknas 2026 di Gresik: Cabdindik Apresiasi Prestasi dan Penguatan Ketahanan Pangan Sekolah</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/hardiknas-2026-di-gresik-cabdindik-apresiasi-prestasi-dan-penguatan-ketahanan-pangan-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 12:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52414</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Gresik tidak hanya menjadi ajang refleksi dunia pendidikan, tetapi juga momentum penguatan inovasi dan kemandirian sekolah. Cabang Dinas Pendidikan <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/hardiknas-2026-di-gresik-cabdindik-apresiasi-prestasi-dan-penguatan-ketahanan-pangan-sekolah/" title="Hardiknas 2026 di Gresik: Cabdindik Apresiasi Prestasi dan Penguatan Ketahanan Pangan Sekolah" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK </strong>— Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Gresik tidak hanya menjadi ajang refleksi dunia pendidikan, tetapi juga momentum penguatan inovasi dan kemandirian sekolah. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan apresiasi prestasi dengan peluncuran program berbasis lingkungan dan ketahanan pangan, Selasa (5/5).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di kantor Cabang Dinas Pendidikan tersebut diawali dengan senam bersama yang diikuti para pendidik dan tenaga kependidikan. Suasana kebersamaan terlihat mewarnai pembukaan acara sebelum memasuki agenda utama.</p>
<p>Pada puncak kegiatan, sejumlah penghargaan diberikan kepada insan pendidikan yang menunjukkan capaian di berbagai bidang. Penghargaan meliputi juara Turnamen Futsal GTK Hardiknas 2026, pemenang lomba poster Hari Kartini tingkat SMA/SMK/PKPLK, serta apresiasi bagi siswa yang menulis surat kepada Gubernur Jawa Timur. Selain itu, sepuluh besar peserta EJIES kategori Inovasi GTK Kabupaten Gresik dan 131 siswa yang lolos seleksi proposal Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) hingga tingkat nasional turut mendapatkan pengakuan.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk dorongan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.</p>
<p>“Apresiasi ini diharapkan memotivasi para pendidik dan peserta didik untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.</p>
<p>Selain pemberian penghargaan, Cabang Dinas Pendidikan Gresik juga meluncurkan Program Sistem Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP). Program ini ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis yang diikuti kegiatan penanaman sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA), pelepasan ikan, serta pengelolaan peternakan ayam petelur di lingkungan kantor.</p>
<p>Menurut Eko, program tersebut merupakan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi kesehatan tenaga pendidik.</p>
<p>“Lingkungan yang tertata dengan baik akan mendukung proses kerja yang lebih optimal. Kami berharap hasil dari program ini, seperti ikan dan sayuran, dapat dimanfaatkan dalam waktu dekat,” kata dia.</p>
<p>Cabang Dinas Pendidikan juga menyiapkan fasilitas olahraga berupa lapangan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk futsal, sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran tenaga pendidik.</p>
<p>Melalui perpaduan antara penghargaan prestasi dan penguatan lingkungan berbasis ketahanan pangan, peringatan Hardiknas di Gresik diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FLS3N DIKMEN 2026 GRESIK JADI ARENA “PERANG” TALENTA, 16 JUARA SIAP SERBU PROVINSI</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/fls3n-dikmen-2026-gresik-jadi-arena-perang-talenta-16-juara-siap-serbu-provinsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 09:44:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[#khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikkab]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kejarigresik]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu_gresik]]></category>
		<category><![CDATA[polresgresik]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52324</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK – Jangan kira ini sekadar lomba seni biasa. Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Dikmen 2026 tingkat Kabupaten Gresik yang digelar di SMA Negeri 1 Manyar, <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/fls3n-dikmen-2026-gresik-jadi-arena-perang-talenta-16-juara-siap-serbu-provinsi/" title="FLS3N DIKMEN 2026 GRESIK JADI ARENA “PERANG” TALENTA, 16 JUARA SIAP SERBU PROVINSI" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> – Jangan kira ini sekadar lomba seni biasa. Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Dikmen 2026 tingkat Kabupaten Gresik yang digelar di SMA Negeri 1 Manyar, Kamis (24/4), berubah jadi panggung “perang” kreativitas pelajar paling panas tahun ini.</p>
<p>Ratusan siswa SMA/SMK se-Gresik datang bukan untuk sekadar tampil. Mereka bertarung. Membawa nama sekolah, harga diri, dan mimpi besar menuju panggung provinsi. Total 16 cabang lomba diperebutkan—dari seni pertunjukan, musik, hingga karya sastra yang sarat makna.</p>
<p>Ketua Pelaksana, Faizur Rifqi, tak menutupi sengitnya kompetisi. “FLS3N bukan hanya soal menang. Ini tentang bagaimana siswa menunjukkan jati diri dan kualitas terbaiknya. Ini panggung masa depan mereka,” tegasnya.</p>
<p>Pembina FLS3N Gresik, Indah Nusa Rini, bahkan menyebut ajang ini sebagai titik balik pembentukan karakter pelajar. “Seni bukan hanya estetika, tapi cara siswa memahami kehidupan. Di sini mereka ditempa, diuji, dan dibentuk,” ujarnya penuh makna.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, langsung memasang target tinggi tanpa kompromi. “Juara Gresik tidak boleh hanya berhenti di sini. Mereka harus mengguncang tingkat provinsi, bahkan nasional!” tandasnya.</p>
<p>Dan benar saja. Setelah melalui seleksi ketat dan pertarungan sengit di setiap cabang lomba, para pemenang akhirnya ditetapkan. Masing-masing juara 1 resmi dikukuhkan sebagai wakil Kabupaten Gresik untuk melaju ke FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejari Gresik Sosialisasikan Kesadaran Hukum di SMAN 1 Menganti</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/kejari-gresik-sosialisasikan-kesadaran-hukum-di-sman-1-menganti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:27:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikkab]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kejarigresik]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu_gresik]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52262</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK – Ratusan pelajar tampak serius mengikuti Sosialisasi Kesadaran Hukum yang digelar Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik di Aula SMAN 1 Menganti, Kamis (23/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 siswa <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/kejari-gresik-sosialisasikan-kesadaran-hukum-di-sman-1-menganti/" title="Kejari Gresik Sosialisasikan Kesadaran Hukum di SMAN 1 Menganti" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> – Ratusan pelajar tampak serius mengikuti Sosialisasi Kesadaran Hukum yang digelar <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik</span></span> di Aula <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">SMAN 1 Menganti</span></span>, Kamis (23/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 siswa perwakilan kelas X dan XI, yang mendapat pembekalan langsung dari aparat penegak hukum.</p>
<p data-start="376" data-end="622">Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Eko Agus Suwandi</span></span>, Kasi SMA-PKPLK <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Joko Sutopo</span></span>, serta Kepala SMAN 1 Menganti, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Mus Indriana</span></span>.</p>
<p data-start="624" data-end="903">Materi disampaikan oleh tim dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik</span></span> yang dipimpin Kasi Intel <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Raden Achmad Nur Rizki</span></span> bersama anggota subseksi <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Nur Indah Mahareta</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Aldino Ahmad Osoma</span></span>, dan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Deninda Arroyyan Putri Kurnia</span></span>.</p>
<p data-start="905" data-end="1120">Sejak awal kegiatan, para siswa diajak memahami bahwa pelanggaran hukum tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga bisa berawal dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk penggunaan media sosial.</p>
<p data-start="1122" data-end="1399">Kepala Cabdindik Gresik <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Eko Agus Suwandi</span></span> dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran hukum sebagai bagian dari karakter pelajar. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih cita-cita harus diiringi dengan sikap disiplin dan kepatuhan terhadap aturan.</p>
<p data-start="1401" data-end="1525">“Memahami aturan sejak dini adalah langkah penting agar siswa tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.</p>
<p data-start="1527" data-end="1793">Ia juga mengajak siswa membangun budaya positif melalui komitmen Green, Clean, dan Great, sebagai bagian dari pembentukan lingkungan belajar yang sehat dan produktif. Selain itu, ia mendorong siswa untuk menyikapi kebijakan pembatasan penggunaan gadget secara bijak.</p>
<p data-start="1795" data-end="1914">“Penggunaan gadget perlu dikendalikan agar tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan karakter siswa,” tambahnya.</p>
<p data-start="1916" data-end="2123">Kegiatan berlangsung dinamis saat sesi tanya jawab. Sejumlah siswa antusias mengajukan pertanyaan, di antaranya Kadya dan Fikri, yang mengangkat isu hukum dalam kehidupan remaja dan penggunaan media digital.</p>
<p data-start="2125" data-end="2361">Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan souvenir kepada siswa yang aktif berpartisipasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar tidak hanya memahami hukum secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p data-start="2363" data-end="2530" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum dan bertanggung jawab.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duta HIV/AIDS SLB Kemala Bhayangkari Dikukuhkan, Cabdindik Gresik: Perubahan Sosial Ancam Generasi Muda</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/duta-hiv-aids-slb-kemala-bhayangkari-dikukuhkan-cabdindik-gresik-perubahan-sosial-ancam-generasi-muda-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 15:42:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindik_jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikkab]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[infogresik]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkabgresik]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52259</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK – Isu kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, hingga kesetaraan gender kini tak lagi bisa dianggap tabu. Hal itu mengemuka dalam kegiatan pengukuhan Duta Peduli HIV/AIDS yang digelar di Aula dan Meeting <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/duta-hiv-aids-slb-kemala-bhayangkari-dikukuhkan-cabdindik-gresik-perubahan-sosial-ancam-generasi-muda-2/" title="Duta HIV/AIDS SLB Kemala Bhayangkari Dikukuhkan, Cabdindik Gresik: Perubahan Sosial Ancam Generasi Muda" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> – Isu kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, hingga kesetaraan gender kini tak lagi bisa dianggap tabu. Hal itu mengemuka dalam kegiatan pengukuhan Duta Peduli HIV/AIDS yang digelar di Aula dan Meeting Room SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Selasa (hari ini).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua Penasihat Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik Shabda Purusha Putra, Wakil Pengurus Yayasan, Ny. Lydia Shabda serta Jajaran Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik, Wakil Ketua 2 KPA Kab. Gresik sekaligus Asisten 1 Kab. Gresik, Suprapto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi, serta Kepala Sekretariat KPA, Nur Chakim, bersama jajaran Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik.</p>
<p>Dalam sambutannya, Eko Agus Suwandi menyoroti cepatnya perubahan sosial di Kabupaten Gresik sebagai daerah penyangga Surabaya. Menurutnya, posisi Gresik sebagai kawasan industri membawa dampak signifikan terhadap pola pergaulan remaja.</p>
<p>“Perubahan sosial yang cepat ini mulai menggerus nilai-nilai budaya santri. Ini menjadi tantangan serius dalam pengawasan remaja, termasuk potensi pergaulan bebas dan risiko penularan HIV/AIDS,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa upaya preventif harus diperkuat melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui sosialisasi kesehatan reproduksi, pencegahan infeksi menular seksual (IMS), serta penguatan literasi digital di kalangan pelajar.</p>
<p>“Literasi digital penting untuk mencegah bullying dan penyebaran hoaks yang saat ini marak di kalangan generasi muda,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga mendorong sinergi dengan aparat penegak hukum dalam pengawasan ruang digital. Ia berharap adanya penguatan operasi siber untuk meminimalisasi dampak negatif penggunaan media sosial di kalangan pelajar.</p>
<p>Tak hanya itu, ia mengingatkan arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.</p>
<p>“Melalui dunia pendidikan, kita didorong untuk melakukan pembatasan penggunaan gadget sebagaimana telah dilaunching pada 13 April lalu, guna mengawal masa depan anak-anak agar lebih terarah,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, pengukuhan Duta Peduli HIV/AIDS diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Para duta diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Gresik.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gebrakan Hari Kartini di Gresik: Siswa SLB Dibekali Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan IMS!</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/gebrakan-hari-kartini-di-gresik-siswa-slb-dibekali-edukasi-kesehatan-reproduksi-dan-pencegahan-ims/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 14:03:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[gresikmedia]]></category>
		<category><![CDATA[inigresik]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[polresgresik]]></category>
		<category><![CDATA[wonggresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52248</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK – Peringatan Hari Kartini di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Selasa (21/4/2026), diwarnai kegiatan edukatif melalui Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter yang mengangkat tema kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/gebrakan-hari-kartini-di-gresik-siswa-slb-dibekali-edukasi-kesehatan-reproduksi-dan-pencegahan-ims/" title="Gebrakan Hari Kartini di Gresik: Siswa SLB Dibekali Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan IMS!" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> – Peringatan Hari Kartini di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Selasa (21/4/2026), diwarnai kegiatan edukatif melalui Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter yang mengangkat tema kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit infeksi menular (IMS).</p>
<p>Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik ini diikuti siswa, guru, serta orang tua. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan perilaku hidup sehat.</p>
<p>Sejumlah tamu undangan turut hadir, di antaranya perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik, Kompol Shabda Purusha Putra dan Ny. Lydia Shabda, jajaran pengurus yayasan, Kasi SMA-PKPLK Cabdindik Gresik, Joko Sutopo, serta pengawas sekolah PKLK, Eko Budi Prasetyo. Dari unsur KPA, hadir Wakil Ketua II KPA Kabupaten Gresik sekaligus Asisten I Pemkab Gresik, Suprapto, serta Kepala Sekretariat KPA, Nur Chakim.</p>
<p>Kepala sekolah, Dede Idawati, menyampaikan bahwa pendidikan karakter perlu diperkuat melalui pemahaman yang kontekstual, termasuk kesehatan reproduksi. Menurutnya, siswa perlu dibekali pengetahuan dasar untuk menjaga diri dan memahami risiko kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran hidup sehat. Momentum Kartini, kata dia, menjadi pengingat pentingnya peran pendidikan dalam membangun generasi yang berdaya.</p>
<p>Perwakilan KPA Kabupaten Gresik, Suprapto, menambahkan bahwa edukasi preventif terkait IMS dan HIV/AIDS perlu terus diperluas, termasuk di lingkungan sekolah luar biasa.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Duta Peduli AIDS Kabupaten Gresik 2026 dari kalangan siswa. Diharapkan, para duta tersebut dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.(<strong>co</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
