<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan &#8211; kotatuban.id</title>
	<atom:link href="https://www.kotatuban.id/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kotatuban.id</link>
	<description>Portal Berita Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 02:22:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.8</generator>

<image>
	<url>https://www.kotatuban.id/wp-content/uploads/2024/11/cropped-new-ikon-90x90.jpg</url>
	<title>Pendidikan &#8211; kotatuban.id</title>
	<link>https://www.kotatuban.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengurus Kwarran Kerek Resmi Dilantik Masa Bakti 2026–2029, Fokus Perkuat Sinergi Organisasi</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/kwarran-kerek-resmi-lantik-pengurus-masa-bakti-2026-2029-fokus-perkuat-sinergi-organisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 02:12:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=53148</guid>

					<description><![CDATA[Kotatuban.id &#8211; Kepengurusan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kerek resmi berganti untuk masa bakti 2026–2029. Pengukuhan dan pelantikan jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Pengurus Kwarran, serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/kwarran-kerek-resmi-lantik-pengurus-masa-bakti-2026-2029-fokus-perkuat-sinergi-organisasi/" title="Pengurus Kwarran Kerek Resmi Dilantik Masa Bakti 2026–2029, Fokus Perkuat Sinergi Organisasi" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kotatuban.id &#8211; Kepengurusan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kerek resmi berganti untuk masa bakti 2026–2029. Pengukuhan dan pelantikan jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Pengurus Kwarran, serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) dilaksanakan secara khidmat pada Senin (7/9/2026).</p>
<p>Momen pelantikan ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat tata kelola organisasi dan pembinaan generasi muda di wilayah Kecamatan Kerek.</p>
<p>​ Camat Kerek sekaligus Ketua Mabiran, Nanang Wahyudi, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program kerja. Ia berpesan agar pengurus baru tidak hanya membuat inovasi, tetapi juga mempertahankan serta mengoptimalkan berbagai program positif dari periode sebelumnya.</p>
<p>Harapan senada disampaikan oleh Kak Kacuk Karsono. Ia optimistis restrukturisasi kepengurusan ini mampu menyuntikkan energi baru ke tubuh organisasi.</p>
<p>“Dengan adanya pengukuhan pengurus baru ini, semoga Kwarran Kerek tambah maju dan terus memberi kontribusi nyata,” ujar Kak Kacuk.</p>
<p>​ Sementara itu, Ketua Kwarran Kerek terpilih masa bakti 2026–2029, M. Agus Fadeli, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi selama tiga tahun ke depan sangat bergantung pada soliditas tim dan komitmen bersama. Fokus utama program kerja kedepan adalah penguatan sinergi antar-pengurus dan penataan program kerja kepramukaan. Selain itu, juga memiliki semangat kerja yang mengedepankan asas kekeluargaan, transparansi, dan gotong royong.</p>
<p>“Amanah ini bukanlah tanggung jawab yang bisa saya jalankan seorang diri. Tanpa dukungan kakak-kakak pengurus dan keluarga besar Pramuka, saya tidak akan mampu mengemban tugas berat ini. Saya berharap kita semua bisa semakin solid dan bekerja sama lebih baik demi kemajuan Kwarran Kerek,” tegas M. Agus Fadeli.</p>
<p>Melalui kepengurusan yang baru dilantik ini, Kwarran Kerek ditargetkan mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang lebih progresif, adaptif, serta berdampak langsung bagi anggota Pramuka maupun masyarakat sekitar. (ar)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muskerwil HIMAPSI IAINU Tuban</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/muskerwil-himapsi-iainu-tuban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[DWS]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=52170</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id &#8211; Semua berawal dari rasa ingin tahu dan rasa ingin menambah wawasan, serta rasa haus akan sebuah pengetahuan baik dibidang akademik maupun non akademik. Menjunjung tinggi nilai-nilai empati pada <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/muskerwil-himapsi-iainu-tuban/" title="Muskerwil HIMAPSI IAINU Tuban" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id &#8211; Semua berawal dari rasa ingin tahu dan rasa ingin menambah wawasan, serta rasa haus akan sebuah pengetahuan baik dibidang akademik maupun non akademik. Menjunjung tinggi nilai-nilai empati pada sebuah lingkaran kecil yang biasa kami sebut sebagai Himpunan Mahasiswa Psikologi. Tanggal 11 sampai 12 April 2026 Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia atau yang biasa kami sebut dengan ILMPI, telah mengadakan musyawarah wilayah di kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dalam hal ini kami selaku lembaga HIMAPSI IAINU Tuban, telah di undang untuk turut serta memeriahkan dan membersamai berjalannya acara tersebut. Bukan hanya dari lembaga kami, namun dari lembaga-lembaga lain yang terkait pada ILMPI tersebut juga diundang. Seperti pada Universitas Negeri Surabaya, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas 17 Agustus Surabaya, Universitas Darul Ulum Jombang, Universitas Udayana Bali serta Universitas-Universitas lain yang terkait pada ILMPI ini meliputi pada wilayah lima yang tergabung menjadi satu, dengan diantaranya Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Menyampaikan pendapat, memberikan opsi, hingga beradu argumen kita lakukan, tak lain hanya untuk satu tujuan yakni tentang kesepakatan bersama yang nantinya dapat menghasilkan, berdampak dan dapat kita pegang untuk kemudian selanjutnya di implementasikan pada periode yang akan datang. Dalam musyawarah kali ini kami selaku lembaga HIMAPSI IAINU Tuban telah menerima penghargaan urutan kedua sebagai lembaga yang telah banyak aktif dan berkontribusi dalam terselenggaranya beberapa program kerja dari ILMPI. Tak lupa kami ucapkan banyak rasa syukur atas pencapaian yang telah kami dapatkan, dan ucapan terimakasih pada rekan-rekan semua dalam keanggotaan HIMAPSI IAINU Tuban karena telah banyak berkontribusi dan membantu jalanya aktifitas yang telah diselenggarakan pada satu periode kepengurusan organisasi ILMPI tersebut. Semoga untuk periode selanjutnya atau untuk kedepannya HIMAPSI IAINU Tuban semakin berkembang dan berkembang lagi dalam bidang prestasi, baik dalam hal akademik, non akademik, dan dalam bidang yang lain. (Syahidin Al-Hakim)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salut! Pejabat Cabdindik Gresik Tinggalkan Meja Kantor, Turun ke Jalan Bagikan Takjil Gratis</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/salut-pejabat-cabdindik-gresik-tinggalkan-meja-kantor-turun-ke-jalan-bagikan-takjil-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 09:57:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=51934</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK &#8211; Semangat berbagi di Bulan Suci Ramadhan tahun ini terasa begitu hangat di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan bertajuk “Ramadhan Berdampak”, jajaran Cabdindik <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/salut-pejabat-cabdindik-gresik-tinggalkan-meja-kantor-turun-ke-jalan-bagikan-takjil-gratis/" title="Salut! Pejabat Cabdindik Gresik Tinggalkan Meja Kantor, Turun ke Jalan Bagikan Takjil Gratis" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> &#8211; Semangat berbagi di Bulan Suci Ramadhan tahun ini terasa begitu hangat di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan bertajuk “Ramadhan Berdampak”, jajaran Cabdindik turun langsung ke jalan untuk membagikan ratusan paket takjil gratis kepada masyarakat, Jumat (13/3).</p>
<p>Kegiatan sosial ini berlangsung di depan kantor Cabdindik Gresik dan menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Sejak sore hari, para pejabat dan staf Cabdindik sudah bersiap dengan ratusan paket takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di perjalanan.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Cabdindik kepada masyarakat di bulan penuh berkah.</p>
<p>“Terima kasih kepada seluruh pejabat dan staf Cabdindik yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa,” ujar Eko Agus Suwandi.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, para pejabat eselon di lingkungan Cabdindik, mulai dari Kasi, Kasubbag, hingga seluruh staf, turun langsung ke tepi jalan untuk menyerahkan paket takjil kepada para pengendara motor, sopir kendaraan, hingga pejalan kaki yang melintas.</p>
<p>Suasana semakin terasa hangat ketika para pegawai Cabdindik menyapa para pengguna jalan dengan senyum dan ucapan selamat berbuka puasa. Banyak pengendara yang tampak terkejut sekaligus senang saat menerima takjil gratis tersebut.</p>
<p>Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan para siswa SMK yang sedang menjalani program magang di kantor Cabdindik Gresik. Para siswa dengan penuh semangat ikut membantu membagikan takjil kepada masyarakat, sekaligus belajar tentang nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Ramadhan.</p>
<p>Salah satu penerima takjil, Yuni, pengguna jalan yang mengaku berasal dari Modo, Lamongan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan oleh Cabdindik Gresik.</p>
<p>“Terima kasih banyak. Takjil ini sangat bermanfaat untuk bekal berbuka puasa selama perjalanan,” ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Yuni yang bekerja sebagai pegawai di salah satu pabrik di Gresik tersebut mengaku setiap hari harus menempuh perjalanan cukup jauh saat pulang kerja.</p>
<p>“Saya pulang dari Gresik ke Modo biasanya sekitar satu setengah jam perjalanan. Jadi takjil ini sangat membantu untuk berbuka di jalan,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan Ramadhan Berdampak ini menjadi bukti bahwa kehadiran lembaga pendidikan tidak hanya berfokus pada urusan administrasi dan pembinaan sekolah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata yang membawa manfaat.</p>
<p>Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Cabdindik Gresik berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta menghadirkan keberkahan Ramadhan yang benar-benar berdampak bagi sesama.(<strong>JS</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dilantik Jadi Konselor Sebaya, PIK-R Tunas Cemara SMAN 1 Kedamean Siap Cetak Generasi Remaja Berkualitas</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/dilantik-jadi-konselor-sebaya-pik-r-tunas-cemara-sman-1-kedamean-siap-cetak-generasi-remaja-berkualitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[THK]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 06:35:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[CabdindikGresik]]></category>
		<category><![CDATA[dindikjatim]]></category>
		<category><![CDATA[Insanpendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=51899</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. GRESIK – Semangat membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter tampak terasa kuat di Auditorium SMA Negeri 1 Kedamean, Selasa (10/3). Sebanyak 50 siswa resmi dilantik sebagai pengurus <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/dilantik-jadi-konselor-sebaya-pik-r-tunas-cemara-sman-1-kedamean-siap-cetak-generasi-remaja-berkualitas/" title="Dilantik Jadi Konselor Sebaya, PIK-R Tunas Cemara SMAN 1 Kedamean Siap Cetak Generasi Remaja Berkualitas" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>kotatuban.id. GRESIK</strong> – Semangat membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter tampak terasa kuat di Auditorium SMA Negeri 1 Kedamean, Selasa (10/3). Sebanyak 50 siswa resmi dilantik sebagai pengurus PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Tunas Cemara dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat sekaligus penuh antusiasme.</p>
<p>Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik, Titik Ernawati. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran remaja sebagai agen edukasi sekaligus konselor sebaya di lingkungan sekolah.</p>
<p>Puluhan siswa yang dilantik bukan sekadar menjadi pengurus organisasi. Mereka mengemban misi besar sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada teman-teman sebayanya, khususnya terkait kesehatan remaja, perencanaan masa depan, serta penguatan karakter generasi muda.</p>
<p>Dalam sambutannya, Titik Ernawati menyampaikan apresiasi kepada SMA Negeri 1 Kedamean yang dinilai konsisten mendukung program pembinaan remaja melalui PIK-R. Menurutnya, keberadaan PIK-R memiliki peran strategis dalam membantu remaja memperoleh informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus informasi di era digital.</p>
<p>“Remaja hari ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Karena itu mereka harus memiliki pengetahuan yang cukup dan kesiapan dalam merencanakan masa depan. Melalui PIK-R, para siswa diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus sumber informasi yang positif bagi teman-temannya,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa PIK-R bukan sekadar organisasi sekolah, melainkan ruang belajar bagi remaja untuk memahami berbagai persoalan kehidupan secara sehat dan bertanggung jawab. Mulai dari kesehatan reproduksi remaja, perencanaan pendidikan dan karier, hingga membangun relasi sosial yang positif.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kedamean Nurul Wafiyah menegaskan bahwa pembentukan dan pelantikan pengurus PIK-R Tunas Cemara merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan mental.</p>
<p>Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang yang aman dan edukatif bagi siswa dalam memahami berbagai persoalan remaja. Kami berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, terutama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik.</p>
<p>“PIK-R Tunas Cemara menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar berbagi, saling mendukung, serta mengembangkan kepedulian terhadap teman-temannya. Kami berharap para pengurus yang dilantik hari ini dapat menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekolah,” tutur Nurul Wafiyah.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa peran konselor sebaya sangat penting karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi cerita dengan teman seusianya. Oleh karena itu, para kader PIK-R diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik sekaligus penyampai informasi yang benar.</p>
<p>Dengan dilantiknya 50 siswa sebagai pengurus dan kader PIK-R, mereka diharapkan mampu menjalankan peran sebagai konselor sebaya yang peduli terhadap berbagai persoalan remaja di lingkungan sekolah maupun masyarakat.</p>
<p>Ke depan, para kader PIK-R Tunas Cemara akan aktif menggelar berbagai kegiatan edukatif seperti diskusi remaja, kampanye kesehatan, serta program literasi tentang perencanaan masa depan.</p>
<p>Kegiatan pelantikan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Para siswa yang dilantik tampak bangga sekaligus antusias mengemban amanah baru sebagai duta edukasi remaja di sekolah.</p>
<p>Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.</p>
<p>Dengan terbentuknya kepengurusan baru PIK-R Tunas Cemara yang semakin solid, SMA Negeri 1 Kedamean optimistis dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.(<strong>JS</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambangi Kampus, RPS Ajak Mahasiswa Kembangkan Sikap Jurnalistik</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/sambangi-kampus-rps-ajak-mahasiswa-kembangkan-sikap-jurnalistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 07:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=51271</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id – Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban kembali menggelar pelatihan jurnalisme kekinian untuk para mahasiswa. Dalam pelatihan kedua ini, RPS melaksanakan kegiatan di kampus Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU). <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/sambangi-kampus-rps-ajak-mahasiswa-kembangkan-sikap-jurnalistik/" title="Sambangi Kampus, RPS Ajak Mahasiswa Kembangkan Sikap Jurnalistik" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id – Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban kembali menggelar pelatihan jurnalisme kekinian untuk para mahasiswa. Dalam pelatihan kedua ini, RPS melaksanakan kegiatan di kampus Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU). Pelatihan diikuti para mahasiswa dari IIKNU, Unirow dan STIE Muhammadiyah Tuban.</p>
<p>Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor 3 IIKNU Tri Yunita Fitria Damayanti STR.Keb Mkes ini didukung oleh PT SBI, Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus, PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar, Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Pupuk Indonesia.</p>
<p>Ketua RPS Khoirul Huda mengatakan, tahun-tahun sebelumnya acara pelatihan yang juga sebagai upaya literasi media ini diberikan pada para siswa di SMA sederajat. Sementara tahun ini menyapa para mahasiswa.</p>
<p>‘’Kenapa harus jurnalisme kekinian? Karena tugas jurnalisme itu bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga punya fungsi hiburan dan kontrol sosial serta pendidikan. Siapa tahu mahasiswa juga punya ketertarikan pada jurnalistik,’’ ujarnya.</p>
<p>Sebab, lanjut Huda mengatakan, para mahasiswa yang punya latar belakang program studi (prodi) berbagai ilmu bisa meramaikan dan menambah kaya pemberitaan atau tulisan yang disajikan. Misalnya dari mahasiswa IIKNU yang berlatarbelakang kesehatan bisa menyampaikan dan menulis tentang isu-isu kesehatan sehingga bisa dicerna dengan mudah oleh masyarakat.</p>
<p>‘’Begitu juga dengan mahasiswa dari STIE Mutu dan Unirow bisa menulis berdasarkan latar pendidikannya,’’ tambahnya.</p>
<p>Khoirul Huda berharap pasca pelatihan di masing-masing kampus dibentuk lembaga pers kampus untuk memberi wadah kreatifitas mahasiswa untuk menulis dan menjadi media komunikasi di lingkungan kampus.</p>
<p>‘’Jadi yang belum punya lembaga pers kampus bisa dibentuk. Karena pers adalah pilar ke-4 demokrasi dan menjadi kontrol sosial. Demokrasi tanpa kontrol juga tidak bagus,’’ katanya.</p>
<p>Huda mengatakan, bahwa ilmu jurnalisme tidak pernah basi. Sebab, ilmu dasar jurnalistik tidak akan berubah dan harus tetap menjadi pegangan dalam pembuatan tulisan atau konten yang di media sosial. Karena jurnalistik bisa mengikuti perkembangan jaman, termasuk saat maraknya dunia medsos seperti saat ini.</p>
<p>‘’Karena Gen-Z dengan konten-kontennya di media sosial bisa mempengaruhi masyarakat. Maka harus tahu dan bagaimana bermedsos yang bijak, bisa membedakan hoaks dan tidak, serta bisa memberi edukasi pada masyarakat. Pers kampus juga bisa mengenalkan kampus masing-masing ke masyarakat,’’ tandasnya.</p>
<p>Sementara Tri Yunita Fitria Damayanti STR.Keb Mkes dalam sabutannya sebelum membuka pelatihan mengucapkan terimakasih dan selamat datang pada para sponsor dan mahasiswa di kampus IIKNU, terutama yang dari luar IIKNU.</p>
<p>‘’Terimakasih, sebagai yang membidangi kemahasiswaan pelatihan ini bak gayung bersambut. IIKNU ada 7 ormawa, dan sudah rasan-rasan soal pers juga. Bahkan sudah merencanakan menggelar pelatihan jurnalisitk, ternyata RPS menggelar kegiatan pelatihan di sini, ini kebetulan sekali,’’ terangnya.</p>
<p>Kepada perwakilan perusahaan yang menjadi pendukung kegiatan, Maya menyatakan pihaknya siap diajak kolaborasi. Sebab, mahasiswa juga punya kewajiban untuk pengabdian masyarakat.</p>
<p>‘’Kita siap diajak kolaborasi untuk bidang kesehatan. Terkait pelatihan ini mungkin bisa dilanjutkan dengan yang advance, kalau saat ini baru dasar,’’ katanya. (duc)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IAINU Tuban Buka Jenjang S2 Prodi PAI</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/iainu-tuban-buka-jenjang-s2-prodi-pai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 08:08:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=51254</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id &#8211; Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban segera membuka pendaftaran mahasiswa untuk program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Magister (S2). Rabu (26/11/2025) di kantor Direktorat Pendidikan <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/iainu-tuban-buka-jenjang-s2-prodi-pai/" title="IAINU Tuban Buka Jenjang S2 Prodi PAI" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id &#8211; Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban segera membuka pendaftaran mahasiswa untuk program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Magister (S2).</p>
<p>Rabu (26/11/2025) di kantor Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Ketua BPP IAINU Tuban KH, Miftahul Asror didampingi Rektor IAINU Prof. Dr. M.Syamsul Huda dan Wakil Rektor Bidang Akademik Supriyanto, M.Pd menerima secara resmi izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk Program Magister tersebut.</p>
<p>Izin tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Ketua BPP yang menerima surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1571 Tahun 2025 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam Untuk Program Magister Pada Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban tersebut.</p>
<p>Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dalam surat keputusannya itu menyebut, bahwa untuk menyelenggarakan program studi pada rumpun ilmu agama, wajib memperoleh izin penyelenggaraan program studi dari Menteri Agama.</p>
<p>Sementara Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban dinilai telah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk Program Magister. Ini berdasarkan surat Ketua Umum Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan Nomor 3315/SU- A/LAMDIK/IX/2025 tanggal 18 September 2025 perihal Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi dalam Pembukaan Program Studi.</p>
<p>Sedang dalam penyelenggaraan Program Studi pengelola Program Studi wajib melakukan pemenuhan persyaratan. Di antaranya 5 dosen homebase dan program studi tercatat pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.</p>
<p>Pengajuan usulan Akreditasi Sementara untuk program studi baru kepada Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan paling lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak Keputusan ini mulai berlaku.</p>
<p>Pengajuan akreditasi ulang kepada Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan paling lambat 9 (sembilan) bulan sebelum masa akreditasi berakhir, dan penyesuaian data setiap tahun dan melaporkannya kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam melalui Education Management Information System (EMIS) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi paling lambat setiap satu bulan setelah akhir semester.</p>
<p>Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam terkait dengan penjaminan mutu Program Studi. Dan koordinasi dengan pokja Education Management Information System (EMIS) dan pokja PDDikti Kementerian Agama terkait dengan proses pemutaakhiran data.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Akademik IAINU Tuban Supriyanto, M.Pd saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia menyebut, IAINU sudah menerima izin resmi untuk menyelenggarakan program studi PAI untuk jenjang Magister (S2).</p>
<p>‘’Segera kita buka perkuliahan. Kami rencana pada semester genap besok sudah mulai,’’ katanya. (duc)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merawat Warisan Ulama, Ikamantab Gagas Sekolah Pemikiran KH Wahab Hasbullah</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/merawat-warisan-ulama-ikamantab-gagas-sekolah-pemikiran-kh-wahab-hasbullah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 01:21:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=50785</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id (Jombang) – Silaturahim Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni MAN 3 Tambakberas (Ikamantab) yang digelar di Aula MAN Tambakberas, Sabtu (27/9/2025), melahirkan rekomendasi penting: perlunya segera dibentuk Sekolah Pemikiran KH Wahab <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/merawat-warisan-ulama-ikamantab-gagas-sekolah-pemikiran-kh-wahab-hasbullah/" title="Merawat Warisan Ulama, Ikamantab Gagas Sekolah Pemikiran KH Wahab Hasbullah" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id (Jombang) – Silaturahim Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni MAN 3 Tambakberas (Ikamantab) yang digelar di Aula MAN Tambakberas, Sabtu (27/9/2025), melahirkan rekomendasi penting: perlunya segera dibentuk Sekolah Pemikiran KH Wahab Hasbullah untuk memperkuat literasi perjuangan ulama besar pendiri NU tersebut.</p>
<p>Acara ini sekaligus menjadi momentum peringatan ulang tahun ke-9 Ikamantab dan dua abad Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengasuh Pesantren Bahrul Ulum, tokoh alumni, serta sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.</p>
<p>Ketua Panitia, H. Moh. Syifa, mengatakan kegiatan ini digelar untuk meneguhkan kembali spirit perjuangan KH. Wahab Hasbullah di kalangan alumni.</p>
<p>“Acara ini selain memperingati ulang tahun ke-9 Ika Mantab, juga untuk memberikan semangat kepada alumni agar meneladani perjuangan KH. Wahab Hasbullah dalam berdakwah dan membangun bangsa,” ujarnya.</p>
<p>Ketua Ikamantab, Prof. Dr. Nur Ali, menambahkan bahwa literasi tentang perjuangan KH. Wahab Hasbullah perlu terus dikembangkan.</p>
<p>“Ke depan, Ika Mantab akan menindaklanjuti dengan membuka program Sekolah Pemikiran KH. Wahab Hasbullah. Program ini akan membekali alumni pemahaman perjuangan beliau di berbagai bidang,” jelasnya.</p>
<p>Bedah buku KH. Wahab Hasbullah dalam rangkaian acara ini menghadirkan penulisnya, KH. Abd. Mun’im DZ, serta beberapa narasumber lain, di antaranya putri KH. Wahab Hasbullah Nyai Hj. Chisbiyah Wahab MA, anggota FPKB DPR RI Komisi IX Zainul Munasichin MA, Ketua Umum PB PMII M. Shofiyullah Cokro Hadi Kusumo, dan Ketua Ikamantab Prof. Dr. Nur Ali.</p>
<p>Bagi para alumni, Silatnas tidak hanya menjadi ajang temu kangen, melainkan juga ruang untuk merawat ingatan kolektif atas perjuangan seorang ulama yang meletakkan dasar berdirinya Nahdlatul Ulama serta menorehkan jejak penting dalam sejarah bangsa.</p>
<p>H. Mujib Hasyim, alumni angkatan 1983 asal Sidoarjo, menilai bahwa KH. Wahab Hasbullah tidak hanya memberi teladan, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi santrinya hingga kini.</p>
<p>“Salah satu buktinya, banyak santri dan alumni Bahrul Ulum yang menjadi tokoh penting di negeri ini, mulai dari politik, pendidikan, hukum, birokrasi, hingga jabatan menteri,” ungkapnya.</p>
<p>Prof. Najib, alumni angkatan 1985 dari Bandung, menambahkan bahwa sudah waktunya Yayasan Bahrul Ulum memiliki museum KH. Wahab Hasbullah.</p>
<p>“Keberadaannya sangat dibutuhkan sebagai tempat riset dan belajar sejarah kebangsaan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, A. Bajuri, alumni angkatan 1987, menyatakan dukungannya terhadap program Sekolah Pemikiran KH. Wahab Hasbullah.</p>
<p>“Ide ini sangat penting untuk pemupukan kembali visi luhur para alumni dan santri Mbah Wahab,” katanya. Menurutnya, melalui pelatihan ini para alumni akan belajar tentang nilai keagamaan, nasionalisme, dan kecintaan pada tanah air.</p>
<p>“Mbah Wahab banyak memberikan contoh, bahwa nasionalisme dan sikap religius dapat berjalan seiring,” tegasnya.</p>
<p>Silatnas Ikamantab ditutup dengan pemotongan tumpeng ulang tahun ke-9. Potongan tumpeng diserahkan Ketua Ikamantab kepada Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Gus Wafi, sebagai wujud dukungan alumni terhadap kemajuan Bahrul Ulum. (* )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IAINU Tuban Gelar Wisuda 203 Sarjana Strata 1</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/iainu-tuban-gelar-wisuda-203-sarjana-strata-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 08:30:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=50778</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id &#8211; Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban kembali menggelar wisuda bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahannya untuk jenjang strata satu (S1) tahun 2025 ini. Pada wisuda ke-6 ini, <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/iainu-tuban-gelar-wisuda-203-sarjana-strata-1/" title="IAINU Tuban Gelar Wisuda 203 Sarjana Strata 1" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id &#8211; Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban kembali menggelar wisuda bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahannya untuk jenjang strata satu (S1) tahun 2025 ini.</p>
<p>Pada wisuda ke-6 ini, sebanyak 203 mahasiswa dari berbagai fakultas yang sebelumnya dinyatakan lulus pada pelaksanaan Yudisium mengikuti prosesi wisuda yang digelar gedung Graha Sandiya Tuban, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Mahasiswa yang diwisuda di antaranya dari Fakultas Tarbiyah dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 88 orang, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 51 orang, dan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 27 orang.</p>
<p>Kemudian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prodi Perbankan Syariah ( PS) 23 orang dan dari Fakultas Manajemen Dakwah (MD) sebanyak 15 orang terdiri dari Prodi Manajemen Dakwah 5 orang dan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) 9 orang.</p>
<p>Dalam prosesi wisuda kali ini, juga dilakukan penyerahan secara resmi wisudawan dari Rektor IAINU Tuban Prof.Dr.M.Syamsul Huda kepada Ketua IKA USI Sullamul Hadi, S.Ag, SH, MH. Para wisudawan tersebut secara otomatis menjadi anggota baru IKA USI.</p>
<p>Selain itu, juga ada penyerahan penghargaan untuk wisudawan terbaik yang saat menerima penghargaan didampingi orang tua atau walinya masing-masing. Juga ada penghargaan khusus untuk wisudawan yang berpestasi di luar akademik, misalnya yan hafidz Al-Aquran dan prestasi lainnya.</p>
<p>Dalam pesan-pesannya, Rektor IAINU Tuban Prof Syamsul Huda mengucapkan selamat pada para wisudawan. Hanya, Prof Syamsul berpesan agar para wisudawan tidak larut pada kegembiraan yang berlebihan. Karena ada beban dan tanggungjawab besar sebagai kaum terpelajar yang kembali ke masyarakat.</p>
<p>‘’Karena generasi hari adalah pemimpin yang akan datang karena itu ada tantangan berat yang harus dihadapi ke depan,’’ ujarnya.</p>
<p>Prof Syamsul menceritakan, ada tokoh besar, Martin Luther King yang quote atau kutipan-kutipannya relevan dengan ajaran Islam. Di antaranya adalah; teruslah menjadi cahaya yang menerangi, terus jadilah kebanggaan. Jika kamu tak bisa terbang maka berlarilah, jika tak bisa lari berjalanlah, dan jika tak bisa berjalan merangkaklah.</p>
<p>‘’Artinya apa? Kita harus terus bergerak, move. Karena dunia tidak bisa hanya diliputi kecemasan, tapi harus percaya diri dan terus bergerak,’’ pesannya.</p>
<p>Menurut Prof Syamsul, terus bergerak, berkarya dan tidak berpangku tangan itu sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Disebutkan, saat usia Nabi 7 tahun sudah ikut dalam peperangan meski saat itu hanya mengasah mata anak panah. Kemudian pada usia 12 tahun sudah melakukan perdagangan internasional, dan pada usia 25 tahun sudah menjadi miliarder.</p>
<p>‘’Karena itu saya berpesan pada para wisudawan, gelar yang kalian peroleh ini bukan finish, tapi start untuk ambil peran di masyarakat dan membawa dampak baik di masyarakat,’’ tambahnya.</p>
<p>Terkait IAINU Tuban, pria kelahiran Bojonegoro itu menyebut, akan terus melakukan transformasi. Dalam waktu yang tak lama, akan alih status menjadi universitas agar semakin luas bisa melayani masyakat.</p>
<p>‘’Dalam waktu dekat juga akan membuka program magister atau S2 PAI, mohon doa dan dukungannya. Terimakasih pula kepada seluruh wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya pada IAINU Tuban. Setelah sarjana ini kami kembalikan agar punya peran dan mengabdi pada negara, pada NU dan masyarakat,’’ katanya.</p>
<p>Sementara, Ketua PCNU KH.M.Damanhuri mendoakan agar para wisudawan menjadi manusia yang bermanfaat dan menjadi umat yang dibanggakan Rasulullah. PCNU, lanjut Kiai Daman ikut merasa senang dan bangga dan mendorong para wisudawan bisa memberikan manfaat lebih besar pada lingkungannya.</p>
<p>‘’Kalian semua mendapat fadhal dari Allah di antara jutaan remaja lainnya, karena dapat kesempatan belajar mulai dari maba sampai wisuda. Semoga bisa disyukuri dan digunakan sebaik-baiknya,’’ pesannya.</p>
<p>Kiai Daman juga sepakat dengan teori ‘move; yang disampaikan rektor. Karena memang harus terus bergerak untuk mencapai sesuatu yang baik.</p>
<p>‘’Ada kata-kata harakah barakah, artinya kalau terus bergerak maka akan mendapat barakah,’’ tambahnya.</p>
<p>Harapan dari PCNU dan banom-banomnya serta warga NU, ke depan IAINU Tuban menjelma menjadi pusat studi islam di Bumi Wali. IAINU dan NU dikatakan punya jejaring luas, punya banyak relasi yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya IKA USI yang sudah punya banyak anggota.</p>
<p>‘’Semoga segera bisa alih status, karena di Tuban dan sekitarnya belum ada perguruan tinggi negeri, maka swasta yang ada harus berkompetisi sehat untuk bisa berkontribusi pada masyarakat dan negara melalui pendidikan,’’ tandasnya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa Aku? Cerita Tentang Identitas Diri &#038; Tantangan Jadi Remaja</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/siapa-aku-cerita-tentang-identitas-diri-tantangan-jadi-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[DWS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 01:50:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=50405</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id. Pernah nggak sih kamu ngerasa bingung sama diri sendiri? Kayak&#8230; “Sebenarnya aku ini siapa sih?” atau “Kenapa sih aku beda dari yang lain?” Nah, itu tandanya kamu lagi ada <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/siapa-aku-cerita-tentang-identitas-diri-tantangan-jadi-remaja/" title="Siapa Aku? Cerita Tentang Identitas Diri &#038; Tantangan Jadi Remaja" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id. Pernah nggak sih kamu ngerasa bingung sama diri sendiri? Kayak&#8230; “Sebenarnya aku ini siapa sih?” atau “Kenapa sih aku beda dari yang lain?” Nah, itu tandanya kamu lagi ada di fase penting dalam hidup: mencari identitas diri. Dan tenang aja, kamu nggak sendirian kok. Hampir semua remaja ngalamin hal yang sama.</p>
<p>Jadi gini, masa remaja itu bukan cuma soal nambah umur atau badan makin tinggi, tapi juga soal nyari tahu siapa kita sebenarnya. Apa yang kita suka, apa yang bikin kita nyaman, siapa orang yang bener-bener kita percaya, sampai ke mimpi-mimpi kita ke depan. Dan jujur aja, itu nggak gampang.</p>
<p>Ada banyak tantangan yang bikin kita makin bingung. Misalnya, tekanan dari orang tua yang pengen kita jadi “anak ideal” versi mereka, padahal kita punya keinginan sendiri. Atau pergaulan, yang kadang bikin kita ngerasa harus berubah biar bisa diterima. Belum lagi media sosial, yang tiap hari nyodorin standar “hidup sempurna” yang sering bikin kita ngerasa nggak cukup baik. Di sisi lain, kadang kita juga ngerasa kesepian, ngerasa nggak ada yang ngerti. Kita bisa aja keliatan ceria di luar, tapi di dalam hati, banyak pertanyaan dan ketakutan yang nggak berani kita omongin ke siapa-siapa.</p>
<p>Tapi hey, semua itu proses. Nggak ada yang instan. Kita bakal nemuin diri kita pelan-pelan, lewat pengalaman, kesalahan, dan juga momen-momen refleksi sendiri. Yang penting, jangan terlalu keras  sama diri sendiri. Nggak apa-apa kok kalau kamu belum tahu arah hidup kamu sekarang. Nggak apa-apa juga kalau kamu beda dari yang lain. Justru dari situ, kamu belajar jadi versi terbaik dari dirimu sendiri.</p>
<p>Jadi buat kamu yang sekarang lagi berjuang, lagi ngerasa bingung, bahkan mungkin capek&#8230; pelan-pelan aja santai. Ambil napas, istirahat kalau perlu, terus jalan lagi. Kamu nggak harus cepet-cepet ngerti semuanya. Yang penting, terus jadi diri kamu yang jujur, yang berani, dan yang nggak takut buat bertumbuh.</p>
<p>Kamu berharga. Kamu cukup. Kamu hebat karena udah sejauh ini bertahan. Yuk, kita cari tahu siapa diri kita—bareng-bareng.</p>
<p>Silfia Rahmatul Maula</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak dan Dunia Perbandingan</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/anak-dan-dunia-perbandingan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[DWS]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 07:25:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=50297</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id &#8211; Saat Si Kecil Mulai Merasa Tidak Sama Kok Cuma aku yang di suruh terus ? Loh, kakak juga kayak gitu , kok nggak dimarahi ? Temanku juga belum <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/anak-dan-dunia-perbandingan/" title="Anak dan Dunia Perbandingan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>kotatuban.id &#8211; Saat Si Kecil Mulai Merasa Tidak Sama</h4>
<p>Kok Cuma aku yang di suruh terus ?<br />
Loh, kakak juga kayak gitu , kok nggak dimarahi ?<br />
Temanku juga belum ngerjain PR !!</p>
<p>Kalimat kalimat seperti itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, justru kalimat itulah yang paling sering keluar dari mulut si kecil terutama anak bungsu atau mereka yang duduk di bangku sekolah dasar. Anak mulai membandingkan diri, baik dengan saudara, teman, maupun orang dewasa, terutama ketika merasa diperlakukan tidak adil.<br />
Saya pernah mengamati seorang anak laki-laki sebut saja namanya Budi ( bukan nama asli). Usianya 9 tahun, anak ke dua dari dua bersaudara, yang saat ini duduk di kelas 2 SD. Budi adalah anak yang aktif, ceria, dan cerdas. Ia cepat memahami pelajaran, menyukai berhitung, dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang sering saya perhatikan: ia kerap membandingkan dirinya dengan orang lain.<br />
Setiap kali diminta belajar, mandi, atau berangkat sekolah, Budi hampir selalu berkata:<br />
Kakak juga belum mandi kok!!<br />
Temenku jam segini juga belum berangkat !!<br />
Sekilas, itu terdengar seperti bentuk pembelaan . Tapi jika dilihat lebih dalam, ini adalah cara anak memahami posisinya di dunia. Mereka sedang belajar tentang aturan, keadilan serta harapan. dan salah satu alat ukur paling alami yang mereka gunakan adalah: perbandingan.</p>
<h4>Kenapa Anak Suka Membandingkan Diri?</h4>
<p>Di usia sekolah dasar (sekitar 7–11 tahun), anak mulai memasuki fase perkembangan yang dalam teori psikososial Erik Erikson disebut sebagai tahap industry vs. inferiority. Pada tahap ini, anak belajar membangun rasa percaya diri melalui pengalaman sosial, termasuk dari aktivitas, penilaian, dan perbandingan dengan orang lain. Mereka ingin merasa mampu, dihargai, dan setara dengan teman-temannya.</p>
<p>Maka tak heran jika ketika mereka diminta mengerjakan sesuatu, ditegur, atau merasa diperlakukan berbeda, reaksi spontan yang muncul adalah: membandingkan diri. Itu adalah cara mereka mencoba menyeimbangkan logika dalam kepala kecilnya:<br />
Kenapa aku yang disuruh duluan?<br />
Temanku juga ngak dimarahi.<br />
Kakak juga kayak gitu tapi nggak apa-apa.<br />
Di satu sisi, perbandingan ini bisa menjadi bagian dari proses belajar. Tapi di sisi lain, sering kali itu muncul bukan untuk memahami, melainkan sebagai bentuk pembelaan diri. Anak belum sepenuhnya memahami bahwa setiap orang punya peran, kewajiban, dan batasan yang berbeda. Yang mereka tahu hanyalah:<br />
Kalau aku disuruh, kenapa yang lain enggak?</p>
<h4>Bagaimana Menyikapinya?</h4>
<p>1. Validasi perasaan anak.<br />
Alih-alih langsung bilang ,jangan banding dengan yg lain, coba katakan: adek merasa nggak adil ya? Yuk, bicarakan dengan bunda.<br />
2. Jelaskan aturan secara konsisten.<br />
Kalau anak melihat aturan yang adil dan diterapkan ke semua anggota keluarga, mereka akan lebih mudah menerimanya. Misalnya: Kakak juga punya jadwal belajar, lho. Sama kayak adek.<br />
3. Fokus pada perkembangan diri anak, bukan orang lain.<br />
Alihkan perhatian anak dengan berkata, bunda percaya adek bisa lebih baik dari kemarin, daripada berkata, Temanmu aja bisa, masa kamu nggak?<br />
4. Berikan contoh perbandingan positif.<br />
Ajak anak mengenali perbedaan secara sehat, seperti Kakak suka menggambar, adek jago berhitung. Dua-duanya keren, kan?</p>
<h4>Belajar Jadi Diri Sendiri</h4>
<p>Membandingkan diri adalah hal yang wajar untuk anak. Bahkan orang dewasa pun sering melakukannya. Namun jika kebiasaan ini terus berkembang tanpa pendampingan yang tepat, bisa muncul dampak yang tidak ringan seperti : rasa tidak puas, iri hati, atau bahkan perasaan rendah diri.<br />
Sebagai pendamping anak baik itu orang tua, guru, kakak, atau siapa pun yang dekat dengan mereka tugas kita bukan menghapus kecenderungan mereka membandingkan diri, melainkan membersamai mereka agar bisa mengenali kelebihan dan proses mereka sendiri. Kita bantu mereka memahami bahwa setiap orang punya jalannya masing-masing, dan tidak harus sama untuk bisa berharga.<br />
Karena pada dasarnya, anak tidak butuh menjadi seperti orang lain. Mereka hanya perlu tahu bahwa menjadi diri sendiri, dan terus berkembang sesuai kemampuannya, adalah sesuatu yang layak dibanggakan.<br />
Kita juga perlu mengingat satu hal penting: menjadi anak kecil itu tidak mudah. Mereka sedang belajar memahami dunia dan yang lebih sulit lagi, mereka sedang belajar mengenal diri mereka sendiri. Maka ketika mereka membandingkan diri, itu bukan karena mereka membangkang. Itu adalah cara sederhana mereka mencari tempat, pengakuan, dan makna dalam hidupnya yang masih kecil.<br />
Yang mereka butuhkan bukan kemarahan, apalagi dibandingkan balik. Yang mereka butuhkan adalah pendampingan yang sabar, konsisten, dan penuh empati.<br />
Dari sanalah, kepercayaan diri mereka akan tumbuh.<br />
Pelan-pelan. Tapi kokoh, dari dalam.</p>
<p>Mohammad Luthfi Zamroni<br />
Mahasiswa psikologi IAINU TUBAN</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terus Berkembang, IAINU Tuban Bakal Buka Prodi S2 PAI</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/terus-berkembang-iainu-tuban-bakal-buka-prodi-s2-pai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 00:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=49710</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id &#8211; Tanpa Perguruan Tinggi Swasta, pemerintah kesulitan menangani Perguruan Tinggi, hal ini disampaikan oleh Prof.Dr.Phil.Sahiron, M.A Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kementerian Agama <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/terus-berkembang-iainu-tuban-bakal-buka-prodi-s2-pai/" title="Terus Berkembang, IAINU Tuban Bakal Buka Prodi S2 PAI" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id &#8211; Tanpa Perguruan Tinggi Swasta, pemerintah kesulitan menangani Perguruan Tinggi, hal ini disampaikan oleh Prof.Dr.Phil.Sahiron, M.A Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemanag RI) saat memberikan sambutan halal bihalal dan Pembinaan yang digelar Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban, Jumat (18/4/2025).</p>
<p>Karena dari 800 an lebih perguruan tinggi dibawah naungan Kemenag RI, hanya terdapat 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) hanya 58 lembaga, selebihnya adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam  Swasta (PTKIS).</p>
<p>Karena itu, pemerintah memberikan apresiasi pada para PTKIS sesuai kemampuan Kemenag. Baik bisa dalam bentuk program maupun finansial, salah satunya adalah program penguatan perguruan tinggi islam swasta.</p>
<p>‘’Caranya salah satunya memberikan layanan pembukaan prodi, pengubahan status dan sebagainya. IAINU Tuban juga mengajukan prodi S2 PAI (Pendidikan Agama Islam) nanti akan kita cek. Kalau ada masalah diinfokan saja dan koordinasi dengan saya,’’  kata Prof.Dr.Phil.Sahiron, M.A</p>
<p>Plt. Rektor UIN Sunan Kalijaga tahun 2020 ini juga berpesan dan menginginkan pada civitas akademika, agar semangat Ramadan dilaksanakan di hari-hari biasa. Di bidan  akademik misalnya dengan meningkatjan SDM.</p>
<p>Pria yang menguasai lima bahasa ini juga berpesan pada para dosen untuk jangan berhenti membaca dan harus terus mengembangkan keilmuannya, tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga peduli orang lain. Sementara pimpinan harus menyediakan fasilitas dan memberikan semangat dan sejenisnya.</p>
<p>‘’Misalnya ada teman yang malas ngurus kepangkatan harus dorong disemangati, dan harus memperhatikan orang lain,’’ katanya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor IAINU Tuban Prof.Dr. M. Syamdul Huda., M.Fil.I menyampaikan kalau saat ini perguruan tinggi dihadapkan pada perubahan lembaga atau institusi terutama perubahan status perguruan tinggi. Dulu hanya mengenal satker, kemudian berubah jadi badan layanan umum (BLU) dan sekarang menjadi Perguruan Tinggi Negeri Dengan Badan Hukum (PTNBH).</p>
<p>‘’Konsekuensinya di dalam rumus penerimaam mahasiswa, dulu ada namanya kuota, rapor 40 persen, tes tulis 40 persen, 20 persen mandiri. Itu nampaknya tidak berlaku di PTNBH yang mengikuti bebas kuota, maka masing-masing  PTN ini mencari mahasiswa sebanyak-banyaknya, hingga masuk ke pedesaan dan pesantren-pesantren yang tidak kita temukan sebelumnya pada era 1990 an atau 2000 an,’’ teranya pria yang tinggal di Sidoarjo ini.</p>
<p>Para PTN, kata Prof Syamsul, juga membuka prodi-prodi keagamaan termasuk hukum juga ada. Ditambah lagi dengan memanfaatkan cyber, kuliah tidak harus di kelas, tapi kelas jauh seperti yang dilakukan Universitas Terbuka (UT) misalnya juga buka kelas-kelas di pesantren.</p>
<p>‘’Lalu kita dapat apa? Jadi tidak sederhana mengelola PTS sekarang,’’ lanjutya.</p>
<p>Perguruan tinggi, lanjut guru besar di UINSA Surabaya ini , PTS dituntut tidak hanya membuat alumni cerdas, tapi juga sejahtera. Maka setelah lulus dan terampil mau bekerja di sektor apa, harus sudah disiapkan. Karena itu, selain pembelajaran juga harus ada praktek. Maka harus ada laboratorium.</p>
<p>‘’Para dosen juga paradigmanya harus bergerak, kasihan itu anak-anak kita. Tuntutan pada perguruan tinggi tidak bagaimana membikin produk kreatif dan inovatif, tapi juga bagaimana produknya itu employment, bisa digunakan dan bermanfaatkan untuk masyarakat.</p>
<p>‘’Selama ini kita anggap perguruan tinggi adalah menara gading, produknya banyak tapi sama sekali tidak menyentuh pada kebutuan masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat dan apa yang harus dilakukan tidak sejalan,’’ bebernya.</p>
<p>Maka, lanjutnya,  butuh ikhtiar, sehingga pengurus NU, mulai PC, MWC dan banom-banom serta lembara lembaga untuk mendukung dan mempercayai IAINU.</p>
<p>‘’Karena alangkah naifnya, bagaimana kita berusaha kalau pemilik sendiri tidak percaya dengan yang mereka punyai,’’ katanya.</p>
<p>Disampikan, saat ini IAINU Tuban juga mulai membuka kemitraan dan membuka akses, membuka program secara internasional. Ke depan bagaimana ada dosen yang punya pengalaman di luar negeri.</p>
<p>‘’Misalnya ada budget-budget yang harus dialihkan untuk mengejar mimpi kita,’’ pungkas Rektor IAINU Tuban ini. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RPS Ajak Pelajar Bijak Gunakan Teknologi</title>
		<link>https://www.kotatuban.id/rps-ajak-pelajar-bijak-gunakan-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kotatuban]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 07:18:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kotatuban.id/?p=49073</guid>

					<description><![CDATA[kotatuban.id &#8211; Munculnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak bisa ditolak dan tak bisa dihindari. Maka yang perlu dilakukan adalah memahami bahkan mengakrabi AI untuk digunakan sebagai sarana <a class="read-more" href="https://www.kotatuban.id/rps-ajak-pelajar-bijak-gunakan-teknologi/" title="RPS Ajak Pelajar Bijak Gunakan Teknologi" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>kotatuban.id &#8211; Munculnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak bisa ditolak dan tak bisa dihindari. Maka yang perlu dilakukan adalah memahami bahkan mengakrabi AI untuk digunakan sebagai sarana pendukung kinerja, bahkan untuk menghasilkan cuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal itu disampaikan Dharma Sunyata Senior Manager of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban saat mewakili manajemen SIG Tuban menghadiri pembukaan pelatihan Pemanfaatan AI untuk Pelajar di SMAN 1 Kerek, Senin (23/12/2024).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara yang digelar Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban ini didukung penuh ole SIG Tuban. Pelatihan diikuti sekitar 40 an siswa dari SMAN, SMK dan MA di Kecamatan Kerek, Merakurak dan Montong.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Tuban-Bojonegoro Yuliati. Hadir dalam pembukaan selain dari SIG Tuban, hadir pula perwakilan dari SMAN 1 Kerek dan perwakilan Bank Jatim sebagai mitra kegiatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dharma Sunyata mengatakan, teknologi AI dan hal-hal yang mengiringinya tak bisa dihindari. Perkembangan teknologi kejam, karena itu, para siswa atau generasi muda harus dibekali ilmu dan kemampuan agar tidak tergerus dengan kekejaman perkembangan teknologi tersebut. ‘’Ilmu dari sekolah belum cukup untuk mengikuti perkembangan di luar.  Di medsos misalnya sangat luar biasa, ada joget-joget dan sebagainya. Semua ada dampaknya, karena itu harus membekali diri agar tidak terkena dampak negatif teknologi. Pelatihan ini adalah salah satu sarana menambah ilmu itu,’’ ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, Dharma berpesan pada para peserta untuk menggali sedalam-dalamnya tentang AI ini. Ketika sudah ahli AI atau IT bisa menghasilkan uang yang banyak, bahkan bisa melebihi penghasilan dia dan yang hadir itu. Ahli AI atau IT punya waktu kerja yang bebas, tidak terikat waktu dan jam kantor. ‘’Kalau kami yang di depan ini terbatas, hanya seragamnya yang gagah, tapi penghasilan kalah dengan para ahli AI. Jadi manfaatkan benar-benar pelatihan ini,’’ tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dharma juga mengajak para siswa untuk mulai mengubah mindset atau pola pikir soal pekerjaan. Diharapkan untuk tidak bergantung pada industri, namun bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan kemampuan yang dimiliki. Kemampuan AI salah satunya. Karena dunia industri terbatas, namun dunia IT tak terbatas. ‘’Mulai sekarang mindsetnya  jangan tergantung pada dunia industri, kayak SIG misalnya, setahun hanya menerima karyawan beberapa saja, sedangkan lulusan ribuan. Sangat terbatas, karena itu jangan batasi pikiran, kuasai materi yang disampaikan, ketekunan akan menghasilkan, tularkan kemampuan AI ke teman lainnya agar sukses bareng-bareng,’’ pesannya.</p>
<p>Sementara, Zuliati Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Tuban-Bojonegoro menyatakan para peserta pelatihan adala anak-anak pilihan. Karena siswa lain sedang liburan, namun para peserta masih mau belajar. Menurutnya, teknologi terus maju karena itu harus bisa menyesuaikan. Sebagai ahli IT, Yuliati, jaman dulu pernah bermimpi ada mesin atau proram yang bisa menyiram tanaman secara otomatis. Karena dia melihat ayahnya yang petani terlihat susah payah untuk menyiram tanaman. ‘’Bagi orang lain itu ide gila, tapi bagi orang IT memang harus gila idenya, dan terbukti kan kemudian muncul alat-alat siram otomatis kayak itu. Tidak ada yang tidak mungkin dengan kreatifitas dan inovasi yang terus dilakukan,’’ terangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, dia sangat senang dan bangga saat RPS menggelar pelatihan ini. Bangga karena RPS peduli dengan masa depan para siswa dan generasi muda, sehingga membekali mereka dengan kemampuan untuk mengenali dan memanfaatkan teknologi. ‘’Saya ingin anak-anak jangan hanya menjadi konsumen, tapi ciptakan program sendiri, ciptakan teknologi sendiri, buat diri kalian kreatif dan inovatif. Kemampuan IT bisa menghasilkan cuan, tapi kelemahannya  IT bisa mengurangi peluang kerja manusia. Siap tidak siap harus siap, inilah kemajuan teknologi,’’ katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan Ketua RPS, Khoirul Huda mengucapkan terimasih pada  SMAN Kerek yang menyediakan tempat, pada SIG dan Bank Jatim yang support penuh dan Cabang Dinas Pendidikan Tuban-Bojoneoro yang mendukung kegiatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, pelatihan AI ini, sebelumnya direncanakan di 8 titik, karena waktunya mepet, maka hanya digelar di 3 titik. Sebelum di Kerek, kegiatan serupa sudah digelar di Kecamatan Jenu dan Rengel.  ‘’Kami sedikit memaksakan diri untuk dilaksanakan, alhamdulillah koordimasi dengan Cabang Dinas Pendidikan dan Kemenag lancar dan merekomendasikan sekoloah untuk mengirim siswa ke pelatihan ini,’’ ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran AI memang tidak bisa ditampik dan ditolak. Hadirnya AI menjadikan hidup lebih berwarna. Para peserta akan diajak belajar menggunakan AI yang baik dan benar. ‘’Namanya robot uatan manusia pasti tidak sempurna. AI hanya alat bantu, jadi dimanfaatkan untuk membantu bukan untuk ketergantungan. Terimakasih supportnya dari SIG dan Bank Jatim semoga tahun depan tetap bisa berlanjut,’’ katanya.(duc)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
