Kotatuban.id – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menggelar silaturahmi dan media gathering bersama insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban, Rabu (26/8/2026). Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi strategis antara dunia akademik dan media massa guna mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM), kualitas pendidikan tinggi, serta penguatan fungsi kontrol sosial di daerah.
Rektor Unirow Tuban Prof. Dr Warli, M.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada insan pers. Menurutnya, media massa memiliki peran yang sangat vital secara tidak langsung dalam mengenalkan dan membesarkan nama Unirow Tuban di tengah masyarakat luas.
Prof. Warli memaparkan komitmen kampus dalam meningkatkan kualifikasi dan kualitas tenaga pendidik. Saat ini, dari total 126 dosen yang dimiliki Unirow, terdapat 7 guru besar dan 26 dosen berpendidikan Doktor (S3). Pihaknya menetapkan target akselerasi yang signifikan pada tahun 2027 mendatang. “Kami menargetkan panen 21 doktor baru pada tahun 2027, sehingga total dosen bergelar S3 akan menjadi 48 orang. Selain itu, kami juga membidik pencapaian 7 Guru Besar (Profesor) pada tahun 2027, dengan menambah 5 profesor baru,” ungkap Prof. Warli.
Selain penguatan pengajar, Unirow juga membuktikan inovasi dan produktivitas pada kelulusan mahasiswa. Pada tahun 2026, dari sekitar 600 mahasiswa yang lulus, sebanyak 171 mahasiswa berhasil lulus melalui jalur non-skripsi (bebas sidang). Keberhasilan ini dicapai melalui konversi karya publikasi ilmiah bereputasi, yang menunjukkan tingginya kualitas riset mahasiswa.
Tak hanya itu, Unirow Tuban juga bersiap melebarkan sayap ke kancah global melalui penyelenggaraan Konferensi Internasional yang akan digelar pada 30 Oktober hingga 1 November mendatang. Agenda internasional ini akan menghadirkan narasumber utama dari berbagai negara sahabat, antara lain Irak, Jerman, dan Filipina. “Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan bangkit menjadi perguruan tinggi yang unggul dan membanggakan di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RPS Tuban Khoirul Huda menyambut baik inisiatif media gathering ini. Ia mengapresiasi kehangatan civitas akademika Unirow yang mau membuka ruang sinergi bersama wartawan. “Dunia jurnalistik dan dunia kampus sejatinya saling bersinggungan erat. Jika kampus fokus pada riset ilmiah, maka jurnalis melakukan “riset kecil” setiap hari melalui pengumpulan data, observasi, dan verifikasi berlandaskan etika jurnalistik sebelum menyajikannya menjadi berita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Huda membeberkan tantangan nyata dunia pers saat ini di Tuban. Di tengah pesatnya perkembangan Tuban sebagai kawasan industri besar, jurnalis sering mengalami kelangkaan narasumber yang kompeten dan berani bersuara.
”Di era dulu, kita memiliki sosok kritis seperti almarhum Mas Edy Toyibi yang selalu siap menjadi rujukan isu lingkungan hidup. Saat ini, Tuban sudah masuk daerah industri, namun kita kekurangan narasumber yang berani menyuarakan analisis kritis. Kami sangat berharap para pakar dari Unirow Tuban bisa tampil menjadi narasumber ahli untuk mengawal isu-isu daerah,” pukas Huda.
Ia berharap pertemuan ini menjadi awal keberlanjutan kerja sama, di mana wartawan yang membutuhkan pakar ilmiah untuk topik teknis, lingkungan, ekonomi, maupun sosial dapat dengan mudah mendapatkan rujukan langsung dari para dosen Unirow. (duc)






