kotatuban.id – Suasana sidang paripurna DPRD Kabupaten Tuban mendadak tegang ketika Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, S.E., M.M., tiba-tiba jatuh lemas saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi terkait Rancangan APBD Kabupaten Tuban Tahun 2026, (24/10/2025).
Peristiwa itu terjadi di ruang sidang utama sekitar pukul 10.30 WIB. Awalnya, Joko terlihat normal saat berdiri di podium. Namun beberapa menit kemudian, ia sempat meminta izin untuk meneguk air putih sebelum tubuhnya perlahan terkulai. Sejumlah pimpinan sidang yang duduk di depan langsung bereaksi cepat menahan agar beliau tidak jatuh ke lantai.
Petugas medis yang sudah bersiaga di lingkungan gedung dewan segera melakukan pertolongan pertama. Dengan bantuan oksigen, Joko kemudian dibawa ke ruang transit DPRD untuk mendapatkan perawatan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Koesma Tuban menggunakan ambulans pemerintah daerah.
Ketua DPRD Tuban, Sugiantono, yang berada di lokasi kejadian, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, sebelum rapat dimulai, Wakil Bupati sempat mengaku kurang fit. “Beliau memang tampak kelelahan, mungkin karena aktivitas yang cukup padat dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Hingga malam harinya, pihak pemerintah belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti pingsannya Wakil Bupati. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menjelaskan bahwa Joko Sarwono saat ini masih dalam pemeriksaan tim medis RSUD. “Kondisi beliau stabil, tapi masih perlu observasi,” katanya singkat.
Sementara itu, agenda rapat paripurna DPRD untuk sementara ditunda hingga kondisi Wakil Bupati benar-benar pulih. Sekretariat DPRD bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tuban juga telah berkoordinasi untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap jalannya pelayanan publik dan proses pembahasan APBD.
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Sekretariat Daerah mengimbau seluruh ASN dan masyarakat agar mendoakan kesembuhan Wakil Bupati serta tidak berspekulasi terkait kondisi kesehatannya sebelum ada hasil resmi dari pemeriksaan dokter.
Dari informasi terakhir yang diterima redaksi, Joko Sarwono dilaporkan mulai sadar penuh dan dapat berkomunikasi dengan tim medis. Meski masih dalam pengawasan intensif, dokter menyebut kondisinya berangsur membaik dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan serius. (co)






