kotatuban.id – Ronggolawe Press Solidarity (RPS) kembali menggelar Sekolah Jurnalistik bagi pelajar SMA/SMK dan madrasah aliyah (MA) di Kabupaten Tuban. Memasuki titik ketiga dari empat lokasi yang direncanakan, kegiatan bertajuk jurnalisme masa kini tersebut berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tuban, Rabu (28/10/2026), dengan dukungan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang berasal dari 16 SMA/SMK dan MA di Kabupaten Tuban, termasuk sejumlah sekolah yang berada di wilayah lintasan pipa minyak EMCL. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar dibekali pemahaman mengenai praktik jurnalistik yang baik dan benar, sekaligus pentingnya kecakapan dalam menyikapi arus informasi di era digital.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala MAN 1 Tuban, Fatah Yasin, S.Ag., M.A. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, yang akrab disapa Malik, dari fungsi Public and Government Affairs/Media Relations EMCL.
Selain mendukung pelaksanaan kegiatan, Malik turut memberikan edukasi kepada peserta mengenai industri hulu minyak dan gas bumi (migas), termasuk aktivitas dan kinerja EMCL yang wilayah operasinya mencakup sebagian Kabupaten Tuban. Materi ini diharapkan dapat memperluas wawasan pelajar mengenai industri migas serta peran perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Ketua RPS, Khoirul Huda, mengatakan Sekolah Jurnalistik merupakan bagian dari upaya organisasi pers di Tuban untuk mengenalkan dunia jurnalistik kepada generasi muda. Hingga pelaksanaan di MAN 1 Tuban, program tersebut telah menjangkau tiga dari empat titik yang direncanakan.
“Pada titik ketiga ini, kami mengangkat tema jurnalisme masa kini. Ada 16 sekolah yang mengikuti kegiatan, termasuk peserta dari wilayah Widang dan Grabagan serta sekolah-sekolah yang berada di lintasan pipa EMCL,” ujarnya.
Huda menyampaikan apresiasi kepada EMCL atas dukungan terhadap pelaksanaan Sekolah Jurnalistik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MAN 1 Tuban yang telah menyediakan tempat dan fasilitas untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Menurut dia, pengenalan jurnalistik kepada pelajar menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab seorang jurnalis. Melalui kegiatan tersebut, RPS berharap tumbuh minat generasi muda untuk mendalami dunia jurnalistik sekaligus memiliki kemampuan memilah dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
“Seorang jurnalis harus memahami bagaimana menghasilkan karya yang kredibel, benar, dan kompeten. Jurnalisme juga memiliki fungsi edukasi, sehingga masyarakat perlu mengetahui bagaimana praktik jurnalistik yang baik dan benar,” jelasnya.
Huda menyoroti tantangan penyebaran informasi di media sosial yang semakin terbuka dan cepat. Menurut dia, kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi terkadang tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai etika komunikasi, verifikasi fakta, serta konsekuensi hukum atas konten yang dipublikasikan.
Ia mengingatkan bahwa setiap pengguna media sosial perlu berhati-hati ketika menyampaikan pendapat, membuat penilaian, atau menuding pihak lain tanpa didukung fakta yang memadai.
“Sebagai jurnalis, kami prihatin melihat kondisi saat ini. Di media sosial, seseorang bisa begitu mudah menilai atau menuding pihak lain. Padahal, setiap informasi yang disampaikan harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, masyarakat perlu memahami batasan hukum dan aturan yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai regulasi, termasuk ketentuan perundang-undangan yang mengatur aktivitas elektronik, penting dimiliki generasi muda. Dengan begitu, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu memproduksi konten yang informatif, edukatif, dan tidak merugikan orang lain.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Tuban, Fatah Yasin, menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Jurnalistik di madrasah yang dipimpinnya. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan perkembangan teknologi informasi yang membuat arus komunikasi semakin cepat dan mudah dijangkau.
Menurut Fatah, saat ini telepon seluler memungkinkan siapa saja mengakses sekaligus menyebarkan informasi. Namun, masyarakat tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi atau sekadar menggunakan perangkat digital untuk aktivitas media sosial yang kurang produktif.
“Kadang kita hanya menikmati informasi dan menjadi konsumennya. Bahkan, tanpa disadari, kita juga bisa menjadi produsen informasi. Dunia seolah berada dalam genggaman melalui telepon seluler, tetapi banyak di antara kita yang belum memanfaatkannya secara optimal,” tuturnya.
Pria asal Kecamatan Jenu tersebut berpesan agar para pelajar mampu menggunakan teknologi digital untuk kegiatan yang memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Salah satunya dengan mengembangkan keterampilan menulis, mengolah informasi, dan menyampaikan pesan secara bertanggung jawab.
Ia berharap Sekolah Jurnalistik dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan perangkat digital, dari sekadar bermedia sosial menjadi sarana untuk menghasilkan informasi yang berkualitas dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.
“Mari gunakan media sosial secara bijak dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jadilah jurnalis muda yang cerdas dan bertanggung jawab, karena setiap hal yang kita lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan,” pesannya.
Mantan Kepala MIN 1 Tuban itu juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah memberikan penilaian terhadap orang lain melalui media sosial tanpa memahami persoalan secara utuh. Menurut dia, kemampuan berkomunikasi di ruang digital harus disertai sikap bijaksana, kehati-hatian, dan kesadaran terhadap dampak informasi yang disebarkan.
Ia menegaskan, informasi yang baik dan bermanfaat dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, kesempatan mengikuti Sekolah Jurnalistik perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun karakter generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.
“Menyampaikan informasi yang baik dan bermanfaat itu termasuk sedekah. Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Semoga kegiatan ini memberikan nilai manfaat dan mampu mencerahkan orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya.
Melalui Sekolah Jurnalistik ini, RPS bersama EMCL berharap para pelajar semakin memahami pentingnya literasi media, ketepatan informasi, dan etika komunikasi di ruang digital. Bekal tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menyebarkan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (duc)






