MALANG – Ada sosok istimewa di antara para atlet catur yang mewakili Kota Malang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Ia adalah Syayoda Wifi Ahnaf, seorang santri dari Pondok Pesantren Darul Ulum Agung asal Tuban yang turut ambil bagian dalam kompetisi olahraga bergengsi tersebut.
Keikutsertaan Syayoda menjadi warna tersendiri bagi kontingen catur Kota Malang. Di tengah para pelajar dari berbagai latar belakang pendidikan, terselip seorang santri yang turut membawa semangat dan kebanggaan dunia pesantren ke arena pertandingan.
Selama ini, pesantren sering kali identik dengan pendidikan agama, kajian kitab, dan pembentukan akhlak. Namun, kehadiran Syayoda di POPDA menunjukkan bahwa kehidupan pesantren juga memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan di bidang olahraga.
Catur sendiri bukan sekadar permainan di atas papan hitam putih. Olahraga ini membutuhkan kecerdasan strategi, konsentrasi, kesabaran, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter seorang santri.
Partisipasi Syayoda Wifi Ahnaf menjadi bukti bahwa santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi di berbagai bidang. Menuntut ilmu agama dan mengembangkan kemampuan olahraga bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan.
Keikutsertaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi santri lainnya agar berani mengembangkan potensi diri dan tidak membatasi cita-cita hanya pada satu bidang.
Dari pesantren menuju arena pertandingan POPDA, Syayoda membawa pesan sederhana namun bermakna: santri tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang keagamaan, tetapi juga bisa hadir dan bersaing dalam dunia olahraga.
Sebuah kebanggaan bagi keluarga besar Darul Ulum Agung, sekaligus bukti bahwa semangat santri dapat melangkah lebih jauh dan berkontribusi bagi daerah.






