kotatuban.id — Upaya mewujudkan tertib batas bidang tanah di Jawa Timur memasuki tahap penting melalui kegiatan Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Tuban di Desa Remen, Kecamatan Jenu, pada Senin (10/11/2025). Pencanangan ini menjadi fondasi awal pembentukan Desa Binaan sebagai bagian dari percepatan target Jawa Timur Menuju Lengkap.
GEMAPATAS bukan sekadar kegiatan menancapkan patok batas tanah ataupun seremoni rutin. Gerakan ini merupakan bentuk penegasan komitmen bersama untuk menempatkan kepastian hukum pertanahan sebagai pilar utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dari Tuban, langkah kecil ini diharapkan memberi dampak besar bagi masa depan tata ruang dan administrasi pertanahan Jawa Timur serta Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa percepatan legalitas batas tanah tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Sinergi empat pilar—Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tuban, Forkopimda Kabupaten Tuban, dan Kantor Pertanahan Kabupaten Tuban—menjadi kunci menghadirkan negara dalam menjamin kepastian hukum hak atas tanah bagi seluruh warga.
Pemasangan tanda batas juga merupakan langkah preventif paling efektif untuk meminimalkan potensi sengketa, mencegah penyerobotan lahan, serta mempercepat proses pendaftaran tanah secara sistematis. Dengan batas yang jelas, proses pembangunan, perencanaan wilayah, hingga pelayanan publik dapat berjalan lebih tertib dan akuntabel.
Melalui GEMAPATAS, gerakan gotong royong yang dimulai dari Kabupaten Tuban ini dipandang sebagai investasi jangka panjang. Tahun 2026 ditargetkan sebagai momentum ketika fondasi pertanahan yang kuat mulai terlihat hasilnya. Sementara tahun 2027 digambarkan sebagai fase ketika Jawa Timur siap melaju lebih jauh, didukung data pertanahan yang lengkap, akurat, dan memiliki kepastian hukum.
Gerakan ini menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga kepastian administrasi pemilikannya—dan GEMAPATAS menjadi pijakan strategis menuju Jawa Timur yang lebih siap dan berdaya saing. (aish)






