kotatuban.id – Peringatan Hari Pahlawan di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, berlangsung berbeda tahun ini. Alih-alih sekadar upacara, ratusan warga, pelajar, dan pegiat lingkungan memilih menanam 1.000 pohon di kawasan Perhutanan Sosial milik KTH Wono Lestari. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, (9/11) oleh Yayasan Nurul Huda berkolaborasi dengan KTH Wono Lestari dan HIPPAM Tirto Moro sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat juang para pahlawan, sekaligus ikhtiar menjaga alam.
Sejak pagi, peserta dari jenjang TK, MI hingga SMP Yayasan Nurul Huda bersama para wali murid tampak antusias membawa bibit dan menancapkannya di lahan perhutanan sosial. Tidak hanya menjadi seremonial, momentum ini sekaligus menjadi wahana edukasi lingkungan agar generasi muda memahami bahwa menjaga hutan merupakan perjuangan yang tak kalah penting dari pertempuran di masa lalu.
Kepala Desa Tegalrejo, Triyono, serta perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro, Samsu Nastain, hadir memberikan apresiasi. Keduanya menilai kegiatan ini mencerminkan sinergi yang efektif antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan kelompok tani dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
Menanam Harapan Baru di Lahan Perhutanan Sosial
Dalam sambutannya, Triyono menyebut bahwa setiap bibit pohon mengandung nilai perjuangan. “Kegiatan seperti ini sangat penting karena menanam pohon berarti menanam harapan dan masa depan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Samsu Nastain menambahkan bahwa gerakan ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat peran masyarakat melalui skema Perhutanan Sosial. “Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong hutan tetap lestari dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.
Ketua KTH Wono Lestari, Sudarlim, menyebut gerakan menanam pohon di Hari Pahlawan sebagai simbol perjuangan kekinian. “Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka kini kita berjuang menjaga alam agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Nurul Huda M. Thohiron bersama Sudarlim dan Ketua HIPPAM Tirto Moro Arrohim menegaskan komitmen lembaganya memperkuat program Perhutanan Sosial. Kawasan ini rencananya akan dijadikan ruang edukasi lingkungan bagi siswa Yayasan Nurul Huda untuk mencegah kerusakan alam sejak dini melalui pembelajaran langsung di lapangan.
Dengan mengusung tema “Hijaukan Hutan, Lestarikan Perjuangan Pahlawan,” kegiatan penanaman 1.000 pohon ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi merupakan wujud syukur sekaligus kelanjutan perjuangan para pahlawan. Kolaborasi tiga lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran lingkungan dan memperluas ruang hijau di Kabupaten Tuban. (co)


