kotatuban.id – Kabupaten Tuban menjadi salah satu wilayah dengan kondisi cuaca paling ekstrem di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, kecepatan angin di Tuban termasuk yang tertinggi di Jatim, seiring dinamika atmosfer yang terjadi sejak 22 hingga 25 Januari 2026.
Berdasarkan data pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, kecepatan angin di wilayah Tuban mencapai sekitar 48,2 kilometer per jam, melampaui sejumlah daerah lain di provinsi ini. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin monsun serta dampak tidak langsung sistem tekanan udara dan aktivitas siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
Dampak di Darat hingga Pesisir
BMKG dalam keterangan resminya menyebutkan, peningkatan kecepatan angin ini berpotensi memicu cuaca ekstrem, berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari. Selain itu, gelombang laut di perairan utara Jawa Timur, termasuk perairan Tuban, juga berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Sejalan dengan peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban mencatat sejumlah kejadian di lapangan akibat angin kencang. Laporan yang masuk antara lain pohon tumbang, atap rumah warga terlepas, serta gangguan akses jalan di beberapa titik.
BPBD Tuban menyatakan, petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penanganan cepat, mulai dari pembersihan pohon tumbang hingga pengamanan lokasi terdampak. Hingga Minggu (25/1/2026), tidak ada laporan korban jiwa, namun kerusakan ringan pada bangunan warga masih terus didata.
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk, serta memastikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar dalam keadaan aman. Masyarakat pesisir dan nelayan juga diminta memperhatikan informasi cuaca dan gelombang laut sebelum melaut. (co)






