oleh

Kadin Gresik Dukung Sertifikasi BNSP bagi Siswa Kelas XII SMK Berbasis Pesantren

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id, GRESIK — Penguatan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) terus didorong melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Salah satunya diwujudkan melalui Program Bantuan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP/P3) bagi siswa kelas XII SMK berbasis pesantren.

Program tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik M. Choirul Rizal kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik, Sabtu (8/8).

Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan dan kesepadanan atau link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting bagi siswa SMK untuk memperoleh pengakuan atas keterampilan yang telah dikuasai. Dengan sertifikat kompetensi, kemampuan lulusan diharapkan memiliki standar dan pengakuan yang lebih jelas ketika memasuki dunia kerja.

Program tersebut secara khusus menyasar siswa kelas XII SMK berbasis pesantren yang berada pada tahap akhir pendidikan dan segera memasuki fase transisi menuju dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Kolaborasi dengan Kadin diharapkan dapat memperluas ruang sinergi antara satuan pendidikan dengan dunia usaha. Tidak hanya dalam aspek sertifikasi, tetapi juga dapat berkembang pada penguatan praktik kerja lapangan, pemagangan, penyelarasan kompetensi, hingga penyerapan lulusan.

Ketua Kadin Kabupaten Gresik M. Choirul Rizal menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi. Keterlibatan dunia usaha dinilai penting agar kompetensi yang dikembangkan di sekolah semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Sementara itu, dari sisi pendidikan, program sertifikasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. SMK tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menyelesaikan pendidikan, tetapi juga lulusan yang memiliki kompetensi sesuai standar profesi.

Khusus bagi SMK berbasis pesantren, penguatan kompetensi tersebut memiliki nilai strategis. Pendidikan keterampilan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, dan etos kerja yang menjadi bagian penting dalam menghadapi lingkungan profesional.

Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pesantren, dan dunia usaha diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Program sertifikasi BNSP ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak berhenti pada kelulusan siswa. Ukuran keberhasilan berikutnya adalah sejauh mana lulusan memiliki kompetensi yang diakui, mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, serta memiliki daya saing ketika memasuki dunia kerja.

Dari Gresik, kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret untuk memastikan lulusan SMK berbasis pesantren memiliki bekal yang lebih kuat menghadapi dinamika pasar kerja sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama pendidikan dan industri yang lebih luas.(co/red)