oleh

Ratusan Siswa SMK di Gresik Sudah Direkrut Sebelum Lulus, Industri Berebut Talenta Muda

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id. GRESIK — Ketika banyak daerah masih bergulat dengan tingginya angka pengangguran lulusan sekolah, Kabupaten Gresik justru menunjukkan fenomena berbeda: ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah “dibajak” dunia industri bahkan sebelum pengumuman kelulusan resmi dilakukan.

Data terbaru Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik per 4 Mei mencatat sebanyak 480 siswa kelas XII SMK telah diterima kerja. Fakta ini menjadi sinyal keras bahwa peta pendidikan vokasi di Gresik mulai bergerak ke arah yang selama ini hanya menjadi slogan: sekolah langsung kerja.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menyebut capaian tersebut bukan hanya angka statistik, melainkan alarm keberhasilan sinergi antara sekolah dan dunia industri.

“Ini pertama kalinya kami melakukan pendataan secara komprehensif terhadap siswa yang sudah diterima bekerja sebelum kelulusan. Dari sini terlihat bahwa hubungan SMK dengan industri di Gresik mulai benar-benar hidup,” tegasnya.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa industri tidak lagi menunggu ijazah, melainkan memburu keterampilan. Dunia usaha kini lebih tertarik pada kompetensi nyata dibanding sekadar formalitas administratif.

Salah satu penyumbang terbesar serapan tenaga kerja datang dari dengan 54 siswa telah lebih dulu mengamankan pekerjaan. Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK), Kurniawan Dwi Angga Efendi, mengungkapkan keberhasilan itu lahir dari strategi agresif sekolah memanfaatkan kawasan industri Driyorejo.

Menurutnya, banyak siswa justru direkrut setelah menunjukkan performa impresif selama Praktik Kerja Lapangan (PKL). Industri memilih mempertahankan mereka lewat kontrak kerja maupun perpanjangan magang.

“Anak-anak yang disiplin dan punya etos kerja bagus langsung dilirik perusahaan. Bahkan ada yang belum ujian akhir tapi sudah diminta tetap bekerja,” ujarnya.

Namun, di balik capaian itu, sekolah juga menghadapi tantangan mentalitas siswa. Banyak lulusan muda masih ingin langsung mendapat pekerjaan nyaman dengan gaji tinggi. Karena itu, pihak sekolah terus melakukan pendekatan agar siswa tidak gengsi memulai dari bawah.

“Kami tekankan kepada siswa, jangan terlalu pilih-pilih pekerjaan di awal. Pengalaman kerja jauh lebih mahal untuk masa depan,” tambah Kurniawan.

Keberhasilan serupa juga ditunjukkan SMK SIG. Kepala sekolah, Choirul Ichsan, menyebut lonjakan serapan kerja tahun ini dipicu penguatan kelas industri dan pembelajaran berbasis kebutuhan perusahaan.

“Industri sekarang tidak hanya mencari ijazah, tetapi karakter, disiplin, kemampuan komunikasi, dan kesiapan kerja. Karena itu kami perkuat hard skill dan soft skill secara bersamaan,” jelasnya.

Enam siswa bahkan berhasil direkrut melalui program kelas industri yang dirancang langsung bersama perusahaan mitra. Ditambah lagi, seluruh siswa dibekali sertifikasi kompetensi LSP P3 BNSP sebagai “paspor” memasuki dunia kerja.

Capaian ini sekaligus mematahkan stigma lama bahwa lulusan SMK hanya menjadi penyumbang pengangguran terbuka. Di Gresik, SMK mulai berubah menjadi jalur cepat menuju dunia industri.

Berikut 10 besar SMK dengan persentase siswa diterima kerja tertinggi di Kabupaten Gresik: SMK Al Furqon (41%), SMK Al Masyhudiyah (40%), SMK Muhammadiyah 5 Gresik (31%), SMK PGRI 2 Gresik (26%), SMK Dharma Wanita (23%), SMK Sunanul Muhtadin Sidayu (20%), SMKS Muhammadiyah 3 Gresik (18%), SMK Hidayatul Ummah (18%), SMK Muhammadiyah 2 Gresik (18%), SMK Mambaul Ulum Kebomas (17%)

Di tengah persaingan kerja yang semakin keras, capaian 480 siswa yang telah bekerja sebelum lulus menjadi pesan kuat: pendidikan vokasi yang serius membangun koneksi dengan industri mampu mengubah masa depan generasi muda lebih cepat dari yang diperkirakan.(co)