kotatuban.id. GRESIK – Jangan kira ini sekadar lomba seni biasa. Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Dikmen 2026 tingkat Kabupaten Gresik yang digelar di SMA Negeri 1 Manyar, Kamis (24/4), berubah jadi panggung “perang” kreativitas pelajar paling panas tahun ini.
Ratusan siswa SMA/SMK se-Gresik datang bukan untuk sekadar tampil. Mereka bertarung. Membawa nama sekolah, harga diri, dan mimpi besar menuju panggung provinsi. Total 16 cabang lomba diperebutkan—dari seni pertunjukan, musik, hingga karya sastra yang sarat makna.
Ketua Pelaksana, Faizur Rifqi, tak menutupi sengitnya kompetisi. “FLS3N bukan hanya soal menang. Ini tentang bagaimana siswa menunjukkan jati diri dan kualitas terbaiknya. Ini panggung masa depan mereka,” tegasnya.
Pembina FLS3N Gresik, Indah Nusa Rini, bahkan menyebut ajang ini sebagai titik balik pembentukan karakter pelajar. “Seni bukan hanya estetika, tapi cara siswa memahami kehidupan. Di sini mereka ditempa, diuji, dan dibentuk,” ujarnya penuh makna.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, langsung memasang target tinggi tanpa kompromi. “Juara Gresik tidak boleh hanya berhenti di sini. Mereka harus mengguncang tingkat provinsi, bahkan nasional!” tandasnya.
Dan benar saja. Setelah melalui seleksi ketat dan pertarungan sengit di setiap cabang lomba, para pemenang akhirnya ditetapkan. Masing-masing juara 1 resmi dikukuhkan sebagai wakil Kabupaten Gresik untuk melaju ke FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur.(co)






