oleh

Duta HIV/AIDS SLB Kemala Bhayangkari Dikukuhkan, Cabdindik Gresik: Perubahan Sosial Ancam Generasi Muda

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id. GRESIK – Isu kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, hingga kesetaraan gender kini tak lagi bisa dianggap tabu. Hal itu mengemuka dalam kegiatan pengukuhan Duta Peduli HIV/AIDS yang digelar di Aula dan Meeting Room SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Selasa (hari ini).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua Penasihat Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik Shabda Purusha Putra, Wakil Pengurus Yayasan, Ny. Lydia Shabda serta Jajaran Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik, Wakil Ketua 2 KPA Kab. Gresik sekaligus Asisten 1 Kab. Gresik, Suprapto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi, serta Kepala Sekretariat KPA, Nur Chakim, bersama jajaran Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Eko Agus Suwandi menyoroti cepatnya perubahan sosial di Kabupaten Gresik sebagai daerah penyangga Surabaya. Menurutnya, posisi Gresik sebagai kawasan industri membawa dampak signifikan terhadap pola pergaulan remaja.

“Perubahan sosial yang cepat ini mulai menggerus nilai-nilai budaya santri. Ini menjadi tantangan serius dalam pengawasan remaja, termasuk potensi pergaulan bebas dan risiko penularan HIV/AIDS,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya preventif harus diperkuat melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui sosialisasi kesehatan reproduksi, pencegahan infeksi menular seksual (IMS), serta penguatan literasi digital di kalangan pelajar.

“Literasi digital penting untuk mencegah bullying dan penyebaran hoaks yang saat ini marak di kalangan generasi muda,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong sinergi dengan aparat penegak hukum dalam pengawasan ruang digital. Ia berharap adanya penguatan operasi siber untuk meminimalisasi dampak negatif penggunaan media sosial di kalangan pelajar.

Tak hanya itu, ia mengingatkan arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.

“Melalui dunia pendidikan, kita didorong untuk melakukan pembatasan penggunaan gadget sebagaimana telah dilaunching pada 13 April lalu, guna mengawal masa depan anak-anak agar lebih terarah,” jelasnya.

Sementara itu, pengukuhan Duta Peduli HIV/AIDS diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Para duta diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Gresik.(co)