oleh

Kacabdin Gresik Soroti Pentingnya Pendidikan Spiritual di Tengah Tantangan Zaman

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id. GRESIK — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan sekolah saat menghadiri kegiatan “SMANDU Bersholawat” dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 , Jumat (8/5) malam.

Menurut Eko, sekolah saat ini tidak cukup hanya mencetak murid yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun fondasi moral dan spiritual yang kuat di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.

“Pendidikan hari ini harus seimbang. Anak-anak tidak hanya dibekali kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, akhlak, dan spiritualitas. Kegiatan seperti sholawat bersama ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang beretika dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Acara yang dipadati murid, wali murid, tokoh masyarakat, serta jamaah sholawat dari berbagai wilayah Kecamatan Dukun itu menghadirkan bersama Hadroh Bustanul Hasyrof. Suasana religius terasa sejak awal kegiatan melalui istighosah, penampilan banjari, hingga lantunan sholawat bersama yang berlangsung hingga malam hari.

Eko menilai, langkah menggelar kegiatan berbasis spiritual merupakan contoh positif pendidikan yang menyentuh sisi emosional dan moral peserta didik.

“Sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya positif. Ketika murid dekat dengan nilai-nilai agama dan lingkungan yang baik, maka itu menjadi benteng penting untuk menghadapi pengaruh negatif di luar,” katanya.

Ia juga mengapresiasi pemberian penghargaan kepada siswa penghafal Juz 30 yang dilakukan dalam rangkaian acara. Menurut dia, apresiasi terhadap capaian religius murid menjadi bentuk pendidikan karakter yang konkret dan perlu terus dikembangkan di sekolah-sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Dukun, Siti Khofifah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang rutin dilakukan sekolah.

“Kami ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Pendidikan karakter harus hadir dalam kegiatan nyata yang dirasakan langsung oleh murid,” ujarnya.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimcam Dukun, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar sekolah. Antusiasme jamaah yang memadati lokasi acara menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan berbasis religius di lingkungan sekolah.(co)