oleh

Alivia Galuh Ariyani, Siswi SMAN 2 Tuban Raih Top 1 Duta Desa Indonesia 2026, Siap Dorong Kemajuan Desa

Alivia Galuh Ariyani, Siswi SMAN 2 Tuban kotatuban.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Tuban. Alivia Galuh Ariyani, remaja kelahiran 30 Desember 2010, berhasil meraih penghargaan Top 1 Duta Desa Indonesia 2026. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi sekaligus mengambil peran dalam pembangunan masyarakat desa.

Penghargaan bergengsi itu diterima Alivia dalam rangkaian Simposium Pemuda Desa Indonesia yang berlangsung di Gedung DPRD, Kota Padang, Senin (26/10/2026). Penyematan selempang penghargaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, BBA.

Siswi kelas X SMAN 2 Tuban tersebut mengaku memiliki ketertarikan dan kepedulian besar terhadap perkembangan desa. Baginya, desa bukan sekadar wilayah tempat tinggal masyarakat, melainkan fondasi penting bagi kemajuan sebuah negara.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Selasa (3/11/2026) Galuh mengungkapkan keinginannya untuk ikut berkontribusi memajukan desa melalui sudut pandang dan kreativitas generasi muda.

Menurutnya, pembangunan desa harus menjadi perhatian bersama, termasuk kalangan anak muda yang memiliki energi, ide, dan inovasi untuk membawa perubahan positif.

“Negara akan maju jika desanya maju. Karena itu, kemajuan desa harus menjadi perhatian kita bersama, termasuk generasi muda,” ungkap putri pasangan Agus Joko dan Nita Purwaningsih tersebut.

Galuh menilai, setiap desa memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan identitas daerah. Potensi tersebut antara lain sektor pertanian, pariwisata, serta kekayaan seni dan budaya lokal.

Namun, pengembangan potensi desa tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah kemajuan desa.

Dia menilai, persoalan kenakalan remaja juga perlu mendapat perhatian serius. Sebab, perilaku negatif di kalangan generasi muda dapat menghambat terciptanya lingkungan desa yang aman, produktif, dan berkembang.

Karena itu, Galuh berharap anak-anak muda di desa dapat mengambil peran lebih besar melalui kegiatan positif, kreativitas, pendidikan, serta keterlibatan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Baginya, predikat Duta Desa Indonesia bukan sekadar gelar atau penghargaan, melainkan amanah untuk ikut menyuarakan potensi desa dan mengajak generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Prestasi yang diraih Galuh juga menjadi inspirasi bahwa anak muda dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.

Dari Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Galuh membawa pesan sederhana namun bermakna: kemajuan Indonesia harus dimulai dari desa. Dan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut. (duc)