kotatuban.id. GRESIK — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan satuan pendidikan di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik. SMAN 1 Manyar dan SMAN 1 Dukun berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang digelar di Grand City Surabaya, Rabu (12/2).
Kegiatan penyerahan penghargaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi sekolah-sekolah yang berhasil menghadirkan terobosan inovatif dalam layanan pendidikan, tata kelola sekolah, serta penguatan karakter peserta didik berbasis teknologi dan kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Menurutnya, sekolah tidak hanya dituntut mampu mencetak peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga harus adaptif terhadap perubahan zaman dengan menghadirkan layanan yang kreatif, efektif, dan berdampak langsung pada ekosistem pendidikan.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi bentuk pengakuan atas kerja keras, kreativitas, dan komitmen seluruh warga sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik. Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat direplikasi oleh sekolah lain,” ujar Aries.
SMAN 1 Manyar yang berada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik menjadi salah satu penerima penghargaan dengan meraih dua kategori sekaligus. Sekolah tersebut mendapatkan apresiasi atas inovasi Perpustakaan Bergerak Berbasis Literasi Digital (KERAK LEGIT) serta Kantin Digital (E-Canteen) melalui layanan kantin cashless (LATIN CLASS).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Manyar, Ainur Rofiq. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, seraya menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta komite sekolah yang telah bersama-sama membangun budaya inovasi. KERAK LEGIT kami hadirkan untuk memperluas akses literasi digital siswa, sementara LATIN CLASS menjadi solusi layanan kantin yang lebih transparan, sehat, dan modern,” ungkap Ainur Rofiq.
Ia menambahkan, inovasi perpustakaan bergerak berbasis literasi digital bertujuan menjangkau seluruh siswa hingga ke sudut-sudut sekolah, sekaligus menumbuhkan minat baca melalui pemanfaatan teknologi. Sementara itu, sistem kantin digital cashless dirancang untuk melatih siswa bertransaksi non-tunai, meningkatkan efisiensi layanan, serta menanamkan nilai kejujuran dan kemandirian.
Tak kalah membanggakan, SMAN 1 Dukun juga menerima penghargaan inovasi atas karya Batik Caturloka yang telah memperoleh Hak Cipta. Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala SMAN 1 Dukun, Siti Khofifah. Inovasi Batik Caturloka mengangkat kearifan lokal sebagai media pembelajaran sekaligus sarana penguatan karakter peserta didik.
Siti Khofifah mengungkapkan bahwa Batik Caturloka merupakan hasil eksplorasi nilai budaya daerah yang dikemas dalam bentuk karya kreatif siswa. Selain melestarikan budaya, inovasi ini juga membuka ruang bagi peserta didik untuk belajar kewirausahaan dan apresiasi seni.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengenal identitas budaya daerahnya. Batik Caturloka menjadi sarana edukasi sekaligus ekspresi kreativitas mereka,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, turut hadir dan mendampingi langsung proses penyerahan penghargaan kepada kedua sekolah tersebut. Kehadiran Cabang Dinas menjadi wujud dukungan nyata terhadap pengembangan inovasi di satuan pendidikan, sekaligus bentuk apresiasi atas kerja keras para kepala sekolah dan seluruh warga sekolah.
Ajang Innovative Government Award 2026 ini menjadi bukti bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik mampu bersaing dan berkontribusi dalam menghadirkan praktik baik pendidikan di tingkat provinsi. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga menyentuh aspek literasi, budaya, layanan publik, serta penguatan karakter peserta didik.
Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang tergerak untuk berinovasi, berbagi praktik baik, dan membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. SMAN 1 Manyar dan SMAN 1 Dukun pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berkreasi demi terwujudnya pendidikan Jawa Timur yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (JS)






