oleh

Ratusan Warga Demo di Depan TPPI Tuban, Tuntut Kompensasi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

kotatuban.id — Ratusan warga dari Desa Remen dan Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, menggelar aksi demonstrasi di depan kawasan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) pada Selasa pagi, (27/10). Mereka menuntut kejelasan kompensasi pascakebakaran kilang beberapa waktu lalu dan meminta perusahaan lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam setiap rekrutmen.

Massa yang terdiri atas warga, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda tersebut mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan tuntutan, seperti “Utamakan Warga Lokal Bekerja di TPPI” dan “Segera Realisasikan Kompensasi Warga Terdampak.”

Koordinator aksi, Suharno, dalam orasinya menyebut bahwa hingga kini masyarakat belum menerima kejelasan mengenai bentuk kompensasi atas dampak yang mereka alami akibat kebakaran di kawasan kilang TPPI beberapa bulan lalu. “Kami hanya ingin keadilan. Warga di sekitar pabrik ikut menanggung dampak, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan kompensasi diberikan,” ujarnya di tengah orasi yang mendapat sambutan riuh peserta aksi.

Selain soal kompensasi, warga juga menyoroti peluang kerja di lingkungan perusahaan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat sekitar. “Kami ingin anak-anak muda dari desa kami bisa bekerja di sini, bukan hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tambahnya.

Aksi tersebut berlangsung di depan gerbang utama kawasan industri TPPI, di mana aparat kepolisian dari Polres Tuban bersama personel TNI diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Kapolres Tuban, AKBP Mustofa, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa pihaknya mengawal jalannya demonstrasi agar tetap kondusif. “Kami pastikan aksi ini berjalan aman dan tertib. Aspirasi masyarakat akan difasilitasi untuk disampaikan kepada pihak perusahaan,” ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, perwakilan manajemen TPPI, Manager Humas PT TPPI, Irfan Setyawan, mengatakan pihak perusahaan membuka ruang dialog dan berkomitmen menyelesaikan persoalan dengan masyarakat secara baik. “Kami memahami aspirasi warga. Saat ini proses pendataan dan verifikasi dampak kebakaran masih berlangsung, termasuk pembahasan terkait tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.

Terkait tuntutan tenaga kerja lokal, Irfan menegaskan bahwa TPPI telah memiliki kebijakan untuk memberi prioritas kepada warga sekitar sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan. “Kami tetap mendahulukan warga Tuban, khususnya dari desa ring 1, selama memenuhi persyaratan yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Jenu, Agus Priyono, S.Sos., yang turut memantau aksi di lokasi, menyatakan pemerintah kecamatan siap menjadi mediator antara warga dan perusahaan. “Kami berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog. Tuntutan masyarakat akan kami sampaikan secara resmi kepada pihak TPPI dan Pemkab Tuban,” tuturnya.

Aksi yang berlangsung selama hampir tiga jam itu berakhir damai setelah perwakilan massa diterima oleh manajemen perusahaan untuk berdiskusi di dalam area TPPI. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib sambil menunggu hasil tindak lanjut dari pertemuan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tengah menyiapkan langkah mediasi lanjutan guna memastikan hak-hak masyarakat dan tanggung jawab perusahaan dapat terselesaikan secara transparan dan berkeadilan. (co)