kotatuban.id. GRESIK— Sebanyak 260 siswa dari jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Gresik ambil bagian dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah yang resmi dibuka di SMK Assa’adah Bungah, Selasa (10/2). Kegiatan ini menjadi panggung adu keterampilan sekaligus ruang belajar kolaboratif bagi generasi muda Gresik.
LKS Dikmen tahun ini diikuti peserta dari 63 sekolah dengan dukungan 188 guru pendamping. Para siswa berkompetisi dalam 44 mata lomba yang pelaksanaannya tersebar di 25 sekolah yang ditetapkan sebagai lokasi lomba.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan bahwa LKS bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah membangun kompetensi, kebersamaan, dan pengalaman bermakna bagi peserta didik.
“LKS ini tidak hanya bicara soal menang atau kalah. Yang terpenting adalah proses, sinergi, serta pengalaman berharga yang akan menjadi bekal masa depan siswa,” ungkap Eko.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia industri, khususnya di Gresik yang dikenal sebagai kawasan industri strategis. “Kami ingin sekolah dan industri saling terhubung. Ketika pendidikan selaras dengan kebutuhan industri, kualitas pembelajaran akan meningkat dan lebih relevan bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Menurut Eko, LKS bertujuan mengukur kompetensi, kreativitas, dan daya saing siswa sesuai tuntutan dunia kerja. Selain itu, ajang ini diharapkan mampu menanamkan semangat kompetitif serta profesionalisme sejak dini. “Melalui LKS, siswa didorong untuk siap menjadi tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan profesional,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menilai LKS memiliki nilai strategis dalam pengembangan potensi siswa sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan. “Kegiatan seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk membangun relasi antarsiswa dan sekolah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri,” tuturnya.
Ali juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap LKS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang semakin luas. “Kami berharap ke depan LKS melibatkan lebih banyak siswa, memperkuat kolaborasi antarsekolah, meningkatkan prestasi daerah, dan menarik perhatian dunia industri,” pungkasnya.
LKS Pendidikan Menengah Kabupaten Gresik dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (11/2), dengan seluruh rangkaian lomba terpusat di 25 sekolah yang telah ditunjuk. (js)






