oleh

AI & Cyber Security Resmi Dilombakan, LKS Dikmen 2026 Gresik Tancap Gas Sambut Industri Masa Depan

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id. GRESIK — Aura revolusi digital terasa kuat dalam gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah 2026 di Kabupaten Gresik. Tahun ini, dunia pendidikan benar-benar “naik level” dengan masuknya cabang Artificial Intelligence (AI) dan Cyber Security sebagai nomor lomba resmi sebuah sinyal tegas bahwa sekolah siap menjawab tantangan industri masa depan.

Ajang bergengsi ini ditutup secara resmi di SMAN 1 Manyar, Jumat (13/2) siang. Sebanyak 260 siswa dari 63 SMA dan SMK se-Gresik bertarung dalam 44 bidang lomba, mulai dari teknologi otomotif, desain grafis, 3D game, digital marketing, hingga keamanan siber.

Panitia menetapkan lima pemenang di setiap cabang, Juara 1 sampai Harapan 2. Hasilnya, 155 siswa berhasil menyabet gelar juara, menandai lahirnya talenta-talenta muda yang siap bersaing di level lebih tinggi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Agus Eko Suwandi, menegaskan bahwa LKS bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar kolaboratif yang membentuk karakter dan kompetensi siswa di era digital.

“Ini bukan soal siapa menang atau kalah. LKS adalah pengalaman berharga, kerja bareng, dan proses pembentukan masa depan anak-anak kita. Para juara akan kami dampingi secara intensif untuk persiapan ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurut Eko, seluruh bidang lomba telah dirancang selaras dengan perkembangan zaman. Masuknya AI dan Cyber Security menjadi bukti bahwa pendidikan di Jawa Timur tak mau tertinggal arus transformasi global.

“Ajang ini bukan hanya mengasah kompetensi, tapi juga memperluas jejaring siswa. Mereka belajar teknologi, kolaborasi, sekaligus mental juara,” tambahnya.

Lebih jauh, Eko mengajak seluruh ekosistem pendidikan melakukan transformasi kolektif—dari kepala sekolah, guru, hingga pengawas agar sekolah-sekolah di Gresik mampu menjadi rujukan nasional melalui prestasi akademik maupun nonakademik.

“Mari naik kelas dalam stabilitas, kinerja, tata kelola, dan prestasi. Gresik harus jadi contoh,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada capaian lomba, Eko juga memberi pesan keras soal kepemimpinan sekolah. Kepala sekolah diminta menjadi garda terdepan menjaga kondusivitas lingkungan belajar, meningkatkan kompetensi guru, serta melek teknologi agar peran pendidik tidak tergeser oleh kemajuan digital.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini persoalan di sekolah.

“Jangan tunggu gaduh baru bergerak. Jangan menunggu viral baru bertindak. Pemimpin harus hadir sebelum masalah menjadi krisis,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Manyar, Ainur Rofiq, menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi dan prestasi para siswa. Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan LKS Dikmen 2026.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” pungkasnya.

Gelaran LKS Dikmen 2026 pun tak sekadar melahirkan para juara tetapi juga menegaskan bahwa pendidikan Gresik tengah berlari cepat menuju era digital, menyiapkan generasi tangguh yang siap menyongsong Indonesia masa depan.(JS)