oleh

Progres RESIK Menggema di Gresik: Gerakan Sekolah Bersih, Nyaman, dan Bebas Sampah Demi Masa Depan Pelajar

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id. GRESIK — Kabupaten Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah peserta didik. Melalui Program Gresik Sekolah Resik (Progres RESIK), Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, resmi mencanangkan gerakan sekolah bersih dan minim sampah plastik sebagai fondasi terciptanya pembelajaran yang nyaman, aman, dan menyenangkan.

Program ini lahir dari kesadaran bahwa lingkungan sekolah adalah “rumah kedua” bagi siswa dan guru. Di sanalah karakter dibentuk, mimpi dirajut, serta masa depan disiapkan. Karena itu, Progres RESIK tidak hanya menyoal kebersihan fisik, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.

Dalam keterangannya, Eko Agus Suwandi menegaskan bahwa siswa akan lebih fokus belajar ketika berada di lingkungan yang bersih, asri, ramah, aman, dan nyaman. “Kalau sekolah bersih, siswa betah. Guru pun merasa nyaman dan kerasan. Inilah yang ingin kita wujudkan lewat Progres RESIK,” ujarnya penuh optimisme.

Lebih jauh, Progres RESIK menjadi implementasi nyata dari arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sekaligus sejalan dengan program prioritas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sejumlah agenda strategis turut dikuatkan, mulai dari SMK BLUD, SMA Double Track, Digitalisasi Pendidikan, Inovasi Pendidikan, hingga Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan).

SMK BLUD difokuskan sebagai penguatan kemandirian sekolah sekaligus menyiapkan lulusan yang siap kerja. Sementara SMA Double Track memberi ruang bagi siswa untuk menguasai keterampilan masa depan, khususnya di sekolah-sekolah yang persentase lulusan melanjutkan kuliah masih di bawah 30 persen. Program Digitalisasi hadir sebagai wujud pelayanan berbasis data yang cepat dan tepat, sedangkan Inovasi Pendidikan mendorong kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan berkreasi sesuai talenta masing-masing.

Tak kalah menarik, Program SIKAP mengajak sekolah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk digarap bersama warga sekolah demi memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Dari kebun sekolah hingga pojok hidroponik, siswa diajak belajar langsung tentang ketahanan pangan sekaligus cinta lingkungan.

Dalam kerangka Progres RESIK, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik juga menyiapkan empat sekolah sebagai role model atau percontohan sekolah bebas sampah dan minim plastik. Keempat sekolah tersebut adalah SMAN 1 Manyar, SMA Muhammadiyah 10, SMKN 1 Driyorejo, dan SMK NU Bahrul Ulum.

Sebagai bentuk keseriusan, para kepala sekolah menerima piagam penunjukan yang menjadi simbol komitmen bersama dalam menjalankan program tersebut. Eko Agus Suwandi menegaskan, penunjukan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanah besar. “Keempat sekolah ini harus memastikan konsistensi program berjalan dengan baik. Mereka menjadi etalase praktik baik yang nantinya bisa direplikasi oleh sekolah lain,” tegasnya.

Progres RESIK juga diproyeksikan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar. Sekolah tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi pusat perubahan lingkungan. Dari halaman sekolah yang bersih, diharapkan lahir generasi yang peduli bumi, disiplin, dan bertanggung jawab. Disela-sela seremonial penutupan LKS Dikmen 2026 di SMAN 1 Manyar tadi siang (13/2), mantan kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya ini juga mengajak seluruh audien untuk tidak lagi menggunakan botol minuman berbahan plastik. Seluruh peserta mendapatkan thumbler yang sengaja disediakan panitia sebagai pengganti botol minuman berbahan plastik.

Dengan langkah konkret ini, Kabupaten Gresik menegaskan diri sebagai daerah yang serius membangun pendidikan holistik—bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berwawasan lingkungan. Progres RESIK menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: menjaga kebersihan, menata lingkungan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.

Ke depan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik menargetkan semakin banyak sekolah bergabung dalam gerakan ini. Harapannya, Progres RESIK tak hanya viral di media sosial, tetapi benar-benar mengakar sebagai budaya baru di dunia pendidikan—menghadirkan sekolah yang bersih, hijau, dan membahagiakan, tempat generasi emas tumbuh dengan penuh semangat.(JS)