oleh

Revitalisasi 52 Sekolah di Bojonegoro–Tuban: Momentum Perkuat Pendidikan Berkualitas

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di 52 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro dan Tuban. Peresmian yang dipusatkan di SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur tersebut digelar pada Kamis, (29/01/2026).

Kegiatan ini dilaporkan dimuat secara luas oleh berbagai media lokal pada 29 Januari 2026, antara lain oleh RadarBangsa.co.id dan SuaraBanyuurip.com.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa rehabilitasi dan revitalisasi sekolah merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran berkualitas. Ia menjelaskan bahwa peningkatan sarana fisik harus sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kapasitas tenaga pendidik.

“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan, tetapi soal bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif, sehingga siswa dapat berkembang secara maksimal,” kata Khofifah saat acara peresmian di SMAN 2 Taruna Pamong Praja pada 28 Januari 2026.

Peresmian ini juga dianggap sebagai bagian dari program Jatim Cerdas, sebuah kebijakan strategis yang dijalankan Pemprov Jatim untuk memperkuat pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur. Dalam program tersebut, 52 sekolah yang diresmikan mencakup 18 SMA, 25 SMK, dan 9 SLB, baik negeri maupun swasta yang tersebar di dua kabupaten.

SMAN 2 Taruna Pamong Praja sendiri merupakan sekolah berasrama yang memiliki fokus pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Fasilitas yang diresmikan meliputi asrama siswa, kolam renang, ruang makan, dan lintasan olahraga, yang semuanya mendukung proses pengasuhan dan pendidikan karakter secara terpadu.

Gubernur Khofifah juga memotivasi para guru dan kepala sekolah untuk memanfaatkan fasilitas baru ini secara optimal. Ia menekankan bahwa peningkatan sarana harus diimbangi dengan penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan pembinaan karakter yang kuat. “Semoga sekolah-sekolah ini menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen gubernur dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Menurut Aries, revitalisasi ini akan memberikan dampak positif tidak hanya secara fisik, tetapi juga terhadap semangat belajar siswa dan motivasi tenaga pendidik di sekolah yang menerima bantuan.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, yang turut mendampingi pada peresmian tersebut, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya. Ia berharap revitalisasi sekolah ini akan mendorong peningkatan partisipasi pendidikan serta daya saing lulusan sekolah menengah di tingkat regional dan nasional.

Para kepala sekolah yang hadir menyatakan bahwa fasilitas yang dibangun dan diperbaiki akan memperkuat sarana pembelajaran seperti ruang kelas, laboratorium, ruang praktik vokasi, serta sarana olahraga dan kepemimpinan siswa. Harapan besar mereka adalah kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan menarik minat siswa untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik.

Peresmian ini menjadi salah satu langkah awal tahun 2026 untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan di wilayah Bojonegoro dan Tuban, sekaligus menyelaraskan program revitalisasi sekolah yang diadakan secara nasional. Program ini selaras dengan data terbaru yang menyebutkan bahwa program revitalisasi sekolah di Indonesia pada tahun ini menargetkan puluhan ribu satuan pendidikan agar bisa memiliki fasilitas layak dan modern dalam mendukung proses belajar dan mengajar. (co)