oleh

Sarasehan MKKS SMA Swasta Gresik Perkuat Sinergi, Dorong Pemetaan Siswa Sejak Dini

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id. GRESIK –  Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus digencarkan oleh SMA swasta di Kabupaten Gresik. Hal ini tercermin dalam kegiatan Sarasehan Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Swasta Kabupaten Gresik yang digelar di Rumah Berkah Sidayu, Selasa (10/2).

Kegiatan yang diinisiasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kabupaten Gresik tersebut diawali dengan sesi pembinaan dan penguatan bagi para kepala sekolah oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik.

Ketua MKKS SMA Swasta Kabupaten Gresik, Agus Syamsudin, menyampaikan bahwa sebanyak 35 kepala SMA swasta hadir langsung dalam sarasehan tersebut. Sementara lima kepala sekolah berhalangan karena agenda lain, dan dua lainnya berasal dari Pulau Bawean yang membutuhkan waktu tempuh lebih panjang untuk menghadiri kegiatan.

“Melalui forum ini, kami berharap mendapat arahan dan bimbingan agar sekolah-sekolah swasta di Gresik dapat terus berkembang menuju kualitas pendidikan yang dicita-citakan,” ujarnya.

Sarasehan ini turut menghadirkan Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, bersama Kasi SMA-PKPLK, Joko Sutopo. Kehadiran keduanya mempertegas komitmen sinergi antara Cabang Dinas Pendidikan dan SMA swasta di Gresik.

Dalam arahannya, Eko Agus Suwandi menekankan pentingnya pemetaan peserta didik sejak awal masuk sekolah. Menurutnya, identifikasi bakat dan minat siswa perlu dilakukan secara sistematis agar sekolah mampu mengarahkan masa depan siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun berwirausaha.

“Dengan pemetaan yang tepat, pembinaan bisa dilakukan lebih terukur dan sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” jelasnya.

Selain itu, Eko juga mendorong sekolah melakukan pelacakan alumni untuk mengetahui tingkat serapan lulusan di perguruan tinggi maupun dunia usaha dan industri. Data tersebut dinilai strategis sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun program pengembangan sekolah.

Ia pun mengingatkan pentingnya komunikasi intensif dengan orang tua siswa. Sekolah diharapkan mampu menjelaskan berbagai layanan dan pendampingan yang diberikan, sehingga terbangun kepercayaan dan kerja sama yang kuat.

“Sekolah tidak perlu merasa kecil karena jumlah siswa. Yang utama adalah membimbing secara konsisten, melakukan asesmen holistik, refleksi, dan evaluasi. Terus dukung cita-cita peserta didik,” tegasnya.

Untuk menunjang perkembangan siswa, Eko meminta sekolah menyediakan layanan Bimbingan Konseling yang nyaman agar pendampingan berjalan optimal. Ia juga mengajak seluruh satuan pendidikan tetap optimis dan berkomitmen membantu siswa meraih masa depan terbaik.

Di era digital, penguatan branding sekolah turut menjadi perhatian. Media sosial sekolah diharapkan dapat dioptimalkan dan dikolaborasikan dengan kanal Cabang Dinas Pendidikan guna memperluas informasi kepada masyarakat.

Dalam aspek tata kelola, Eko mengingatkan kepala sekolah agar memahami garis besar anggaran, sementara pengelolaan teknis menjadi tanggung jawab bendahara. Ia juga menyoroti pentingnya mitigasi Program Indonesia Pintar (PIP), mulai dari distribusi hingga pertanggungjawaban.

Bahkan, ia mengusulkan adanya workshop terpadu terkait BOS dan BPOPP yang terintegrasi dengan PIP, melibatkan kepala sekolah dan bendahara agar pengelolaan dana semakin transparan dan akuntabel.

Pendistribusian PIP, lanjutnya, harus dilakukan secara hati-hati dan dikemas dengan baik agar tidak menimbulkan persepsi keliru, serta benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan personal siswa.

Menjelang akhir sesi, Eko kembali menegaskan pentingnya ketertiban administrasi dalam menghadapi audit keuangan. Dana hibah harus digunakan sesuai petunjuk teknis, sementara sinkronisasi laporan BOS dan BPOPP perlu dijaga untuk menghindari pembiayaan ganda.

“BPK dan inspektorat akan mencermati kesesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran. Karena itu, hindari praktik pembelanjaan fiktif,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Eko Agus Suwandi menegaskan bahwa keberhasilan SMA swasta merupakan bagian tak terpisahkan dari keberhasilan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Ia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terus terjalin demi kemajuan pendidikan di Gresik. (JS)