kotatuban.id. SURABAYA – Kontingen Kabupaten Gresik menunjukkan performa menjanjikan dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 yang digelar pada 6–9 April di Surabaya. Dalam penutupan dan penganugerahan juara yang berlangsung Kamis (9/4), di SMKN 12 Surabaya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara khusus menyoroti kontribusi sejumlah daerah, termasuk Gresik, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan akademik.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mulai Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, Kepala UPT TIKP, hingga Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah se-Jawa Timur. Dari unsur sekolah, turut hadir kepala sekolah serta Ketua MKKS negeri dan swasta tingkat provinsi.
Selama empat hari pelaksanaan, para siswa terbaik dari berbagai kabupaten/kota berkompetisi di berbagai bidang keahlian. Kontingen Gresik berhasil mencatatkan sejumlah prestasi.
Di antaranya, Moh. Hanif Fardian Al Alaudin dari SMKN 1 Cerme meraih Juara 1 bidang Chemistry. Sementara itu, Regita Novrinda dari SMKN 1 Driyorejo memperoleh Juara 2 pada bidang yang sama. Prestasi lainnya diraih Kevin Dwi Saputra dari SMKN 1 Cerme yang menempati Juara 3 bidang Electrical Installation. Adapun Ardika Cahya Permana dari SMKN 1 Cerme turut berpartisipasi pada bidang Information Network Cabling.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan para siswa tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kepala sekolah dan para pembimbing.
“Partisipasi dan prestasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta membawa nama baik Kabupaten Gresik di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang berhasil meraih juara, sekaligus memberikan motivasi bagi peserta yang belum memperoleh hasil maksimal.
“Setiap proses yang telah dilalui merupakan pengalaman berharga. Ini menjadi bekal untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi ke depan,” tambahnya.
Ajang LKS menjadi salah satu barometer penting dalam mengukur kesiapan siswa, khususnya jenjang SMK, dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan industri. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sesuai kebutuhan zaman.
Dengan capaian tersebut, Gresik dinilai memiliki potensi besar untuk terus bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Gresik sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur.(co)






