oleh

Tiga Pihak Kunci di Gresik Sepakat Perkuat Link and Match SMK Pesantren dengan Industri

-Laporan Utama-0 Dilihat

kotatuban.id, GRESIK — Penguatan pendidikan vokasi di Kabupaten Gresik terus ditingkatkan. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKVD), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat keterhubungan SMK berbasis pesantren dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Penandatanganan berlangsung di Gresik, Sabtu (8/8/2026), dengan fokus utama memperkuat link and match agar SMK pesantren tidak berjalan sendiri, melainkan selaras dengan kebutuhan industri.

Tiga pihak yang terlibat masing-masing diwakili oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gresik Eko Agus Suwandi, Sekretaris Daerah Gresik Ahmad Washil Miftahul Rachman selaku perwakilan TKVD, serta Ketua Kadin Gresik M. Choirul Rizal.

Proses penandatanganan disaksikan langsung oleh Menko PM, Muhaimin Islandar, Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, dihadapan tamu undangan.

Kesepakatan ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi secara tegas menempatkan kebutuhan industri sebagai dasar pengembangan SMK berbasis pesantren. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat global.

Ruang lingkup kerja sama dirancang secara konkret, meliputi penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi industri, penguatan sarana dan prasarana pendidikan, serta pelibatan praktisi industri sebagai guru tamu. Siswa juga akan diperkuat melalui praktik kerja lapangan, sementara guru diberikan kesempatan untuk magang di industri.

Selain itu, terdapat skema sertifikasi kompetensi bagi siswa dan guru, rekrutmen tenaga kerja, hingga pemberian beasiswa. Kolaborasi juga terbuka untuk berbagai program lain yang disepakati bersama.

Dengan pola ini, hubungan SMK dan industri tidak lagi bersifat seremonial, melainkan terintegrasi secara berkelanjutan. Industri didorong untuk lebih terlibat dalam ekosistem pendidikan, mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran berbasis industri, teaching factory, hingga penyerapan lulusan.

Cabang Dinas Pendidikan Gresik bertugas mengoordinasikan SMK pesantren, menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, serta memastikan pelaksanaan monitoring dan evaluasi berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, TKVD berperan sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan kompetensi SMK, termasuk mendorong keterlibatan DUDI dalam PKL, pemagangan guru, sertifikasi, hingga rekrutmen lulusan.

Adapun Kadin Gresik menjadi penghubung utama dunia usaha dan industri, mulai dari fasilitasi komunikasi, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, hingga evaluasi program link and match.

PKS ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Implementasinya akan dijabarkan dalam action plan tahunan.

Model kerja sama ini menegaskan bahwa tantangan pendidikan vokasi tidak hanya terletak pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada relevansi dengan kebutuhan pasar kerja.

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari penandatanganan kesepakatan, melainkan dari dampak nyata, seperti kurikulum yang semakin berorientasi industri, pengalaman kerja siswa yang lebih luas, sertifikasi kompetensi yang diakui, serta meningkatnya serapan lulusan di dunia kerja.

Bagi SMK berbasis pesantren, skema ini juga menjadi jembatan penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan pesantren dengan tuntutan dunia profesional. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga siap kerja dan diakui kompetensinya.

PKS yang ditandatangani oleh Eko Agus Suwandi, Ahmad Washil Miftahul Rachman, dan M. Choirul Rizal ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem vokasi Gresik yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan industri.(co/red)