kotatuban.id. GRESIK – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, melakukan kunjungan kerja hari ini, Jum’at, (10/4), ke SMAN 1 Sangkapura, Pulau Bawean, dalam rangka kegiatan Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan sekaligus penguatan implementasi program strategis di lingkungan SMA.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para kepala SMA dan SMK swasta se-wilayah Bawean, yang turut berpartisipasi aktif dalam forum penguatan kompetensi tersebut. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antar satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.
Dalam kunjungannya, Eko hadir tanpa didampingi jajaran struktural. Ia menyebut, langkah tersebut sengaja dilakukan karena sebagian tim difokuskan untuk mengawal pelaksanaan program prioritas di wilayah daratan Gresik.
“Saya tugaskan kasi SMA-PKPLK untuk mengawal implementasi Program Sekolah Model PM dan KKA. Sedangkan Kasi SMK untuk mengawal program Guru Sinau Industri (GSI). Ini penting agar program berjalan optimal di sekolah sasaran,” ujarnya.
Empat sekolah telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen sebagai sekolah model yang diproyeksikan menjadi rujukan bagi SMA lain di Kabupaten Gresik, yakni SMAN 1 Sidayu, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik, serta SMA Muhammadiyah 10 Gresik. Keempatnya diharapkan menjadi pusat praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain.
Di Bawean, Eko memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi yang ditunjukkan meskipun berada di wilayah kepulauan. Ia menilai, keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan layanan pendidikan berkualitas.
“Saya melihat semangat luar biasa dari bapak dan ibu guru. Sambutan hangat atau suguh, gupuh, lungguh merupakan cerminan ketulusan dalam bekerja,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala Sekolah, Suwandi, yang dinilai mampu menjaga suasana sekolah tetap kondusif dan nyaman, meskipun sebelumnya sempat terdampak gempa bumi.
Dalam arahannya, Eko menegaskan agar para pendidik tidak merasa terpinggirkan karena faktor lokasi. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh komitmen dan ketulusan dalam mendampingi peserta didik.
“Dari Bawean ini akan lahir generasi unggul. Dengan pendampingan yang tepat, siswa-siswa di sini memiliki potensi besar untuk berprestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai wilayah yang berada di sekitar kawasan metropolitan, Gresik diharapkan mampu terus meningkatkan daya saing, khususnya dalam capaian prestasi siswa di tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan penguatan kompetensi GTK ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sekolah, meningkatkan profesionalisme pendidik, serta mendorong pemerataan mutu pendidikan hingga wilayah kepulauan seperti Bawean.(co)






